PURIFIKASI KAMMI DIY


“Jadi, kepada instruktur diberikan hak khusus dari kaderisasi untuk ikut Daurah Marhalah III”, kalimat keluar dari mulut Koordinator Instruktur Daerah. Luar biasa, malam ini dapat kukatakan malam paling ‘menjijikkan’ tapi sekaligus malam ilham. Begitu banyak pertanyaan yang selama ini berkelebat di kepalaku sedikit demi sedikit terjawab. Tentu saja terkait Dept. Kaderisasi termasuk Korps Instruktur Daerah.

Mereka terasa idealis dengan doktrin-doktrin yang dimilikinya. Punya aturan sendiri, yang kalau bukan anggotanya tidak akan tahu tentang sedang dan akan apa lagi yang dilakukan mereka. Kalau kalian ingin tahu apa yang mereka lakukan, bergabunglah! Kalian akan mendengar kalimat-kaliamat langit di Training For Instruktur. Applause!

Tapi maaf, bukan untukku. Aku terbiasa akan pengkhianatan, dan kebohongan. UGM misalnya, Kaderisasi KAMMI UGM dengan slogan, ‘totalitas tanpa batas’, bener gak sich. Gara-gara gender saja, sebuah keputusan bisa dibatalkan, sikap profesionalitas ditinggalkan. Kita dalam proses belajar. Gila!, perempuan tidak boleh jadi MCR (Master of Classroom). Detailnya lu tanya deh dengan mantan Kadept. Kastrat KAMMI UGM. Atau kader-kader yang ikut Daurah Marhalah I UGM hanya titipan agar bisa dipegang trus aktif di BEM atau lainnya. Kaderisasi, gitu deh, manut. Ibarat kata, KAMMI UGM seperti hewan peliharaan dan tentu saja ada pemeliharanya. Hahaha… sapa ya?

Pasca pertemuan itu aku mulai berpikir ulang tentang KAMMI, khususnya KAMMI DIY. Peranku di KAMMI aku akui masih minim. Pengkaderan yang kulakukan terhadap individu-individu di KAMMI belum sepenuhnya berhasil namun setidaknya orang-orang yang bersamaku telah memiliki idealism yang baik dalam pandanganku tentunya. Cara pandangku yang terkesan destruktif memang kubangun dari awal untuk menunjukkan banyak sisi kelemahan. Idealisme yang ditbangun teman-teman di instruktur awalnya baik, ini kudapatkan dari Koordinator Intruktur Indoor dan Ketua KAMMI DIY Bid. Humas. Namun sekali lagi pada level aksi, maka sama saja hasilnya dengan yang dilakukan semua departemen di KAMMI DIY termasuk departemen yang kupimpin.

Beberapa analisisku sering ku-sharing-kan dengan yang dipahami oleh beberapa teman instruktur. Hasilnya kepemimpinan dan menejemen eksekusi keputusan yang kacau balau. Pilihan berikutnya hanya melahirkan kekecewaan dibelakang. Benar atau tidak itu terserah penilaian kalian dan ini penilaianku.

Refleksiku terhadap kaderisasi KAMMI DIY sebenarnya sebuah harapan besar. Otoritarian yang hadir di KAMMI DIY mengindikasikan tergerusnya model asli gerakan KAMMI asal DIY. Kapasitas intelektual dan syura’ siyasi tertutup dengan model kepemimpinan semena-mena. Anehnya, teman-teman yang melakukan konfrontir tidak bersatu padu, masing-masing bergerak sendiri. Dan satu hal yang terbaca, pemikiran menganggap semua orang sama atau menjadi antek yang satu itu hadir. Seharusnya sebagai model gerakan mahasiswa Islam apalagi dengan kultur Yogyakarta, KAMMI DIY menerapkan pola klarifikasi (tabayyun) atas semua persoalan. Aku jadi ingat salah satu pesan Sekum KAMMI DIY yang mundur saat terakhir kali hadir di rapat BPH. Intinya dia meminta semua terbuka. Kuketahui jalan pemikirannya, dia menembak kawan-kawan yang ada pada saat itu.

Seperti yang kukatakan di atas, aku menaruh harapan besar pada Departemen Kaderisasi, departemen yang minimal harus diselamatkan dari ide politisasi gerakan. Korps Intruktur menurutku dapat menjadi gerakan besar untuk dapat menopang gerakan purifikasi KAMMI DIY. Mengembalikan kultur Yogyakarta masa lalu untuk tetap sinkron dengan masa kini dan depan. Pembangunan ideologi dan kapasitas intelektual dapat berkala dilakukan. Tim yang ada solid dan mudah diatur. Ini dapat menjadi role model yang bagus dan efektif untuk mengembalikan gerakan KAMMI DIY pada asholah-nya.

You liked this post? Subscribe via RSS feed and get daily updates.

0 comments:

terima kasih atas kunjungannya. silahkan menuliskan saran, kritik atau komentar apapun dalam kotak komentar dibawah ini :) dan bila ingin mengkopi, tolong sertakan link dan sumber. tabik!