Selesaikan Urusan Dirimu

Menasihati bukan berarti lebih tahu dan memahami, tetapi menyadari bahwa merasa adanya masalah yang sama yang dirasakan. Hal ini jugalah yang menyebabkanku mambuat risalah ini bagi saudara sekaligus sahabatku. Bahwa kupikir pernikahan bukanlah sesuatu yang sangat menarik tetapi merupakan sesuatu yang sangat besar dan pasti akan kita hadapi pada saatnya nanti.
Menemukan suatu yang sangat kita cari dan kita tunggu – tunggu kedatangannya merupakan hal yang sangat luar biasa, dahsyat bahkan. Tetapi apakah akan tetap terasa seperti itu bilamana ternyata yang datang pada kita bukanlah yang kita cari, atau yang kita cari datang pada kita bukan pada saat dan waktu yang tepat. Keterlambatan akan menjadi sebuah kutukan yang akan kita sesali sepanjang masa hidup kita. Sekarang pertanyaanya adalah bagaimana kita yakin bahwa ‘dia’ adalah jodoh kita? Bagaimanakah kita meyakini bahwa saat dan waktu ketika ‘jodoh’ kita datang adalah saat yang tepat.
Klise dan naif jika kukatakan bahwa satu – satunya yanng memyakinkan kita adalah proses dan usaha yang telah kita tempuh. Sejauh apakah pendakian yang kita lakukan dan selama apa kita bertahan pada ‘berusaha’ maka, itulah orang, saat dan waktu yangn tepat datangnya ‘jodoh’ kita. Walaupun bukan konsultan jodoh yang qualified, tetapi aku cukup yakin dengann modal belajar dari fenomenologis dan juga refleksi kemanusiaanku, maka kupikir inilah sedikit yang bisa kubagai.

1. Selesaikan urusan dirimu
Tidak menjadi keraguan setiap manusia bahwa setiap manusia diciptakan berpasangan. Manusia diciptakan sepasang, ada belahan jiwanya yang entah siapa dan entah berada dimana yeng oleh Allah telah dicatat dalam lauhil mahfuz yang dijanjikan pasti akan dipersatukan menjadi sepasang manusia yang utuh.
• Konsep hidup & kebahagiaan
• Konsep keluarga, karir
• Bilamana kita sudah selesai dengan diri kita, maka pernikahan bukanlah sesuatu yang rumit apalaggi susah, karena sebenarnya kunci pernikahan adalah menemukan separuh diri kita.
2. Komunikasi keluarga
Kita mungkin hampir bosan mendengarkan perkataan orang tentang pernikahan, bahwa Pernikahan bukan hanya membuat ikatan antara dua orang manusia, tetapi membentuk ikatan dua keluarga.
• Orangtua adalah orang yang paling memahami kita

3. Selesaikan definisi
Menentukan siapa yang akan menjadi ‘belahan jiwa’ tidaklah sesederhana tayangan sinetron ataupun cerita dalam komik. Beragam

4. Ikhtiar satu – satunya jalan
Pada akhirnya, satu – satunya yang harus dilakukan adalah ikhtiar, apapun hasil yang akan kita dapatkan pada akhirnya. Karena kita meyakini bahwa kewajiban hamba adalah berusaha, tentang ‘hasil’ biarlah Dia yang berhak menentukannya.
You liked this post? Subscribe via RSS feed and get daily updates.

0 comments:

terima kasih atas kunjungannya. silahkan menuliskan saran, kritik atau komentar apapun dalam kotak komentar dibawah ini :) dan bila ingin mengkopi, tolong sertakan link dan sumber. tabik!