Company Profil GAMA TRAINING CENTER

 
Bermula dari perseorangan di dalam lembaga ini yang juga trainer dan memiliki jam terbang pengalaman  di berbagai training/ pelatihan sampai di tingkat nasional, maka di tahun 2010, kami mendirikan GAMA TRAINING CENTER. Bertujuan menjadikan lembaga training yang dikelola secara profesional baik kegiatan indoor maupun outdoor sehingga bisa dinikmati oleh pelajar, mahasiswa, perusahaan, masyarakat umum, termasuk anda.

GAMA TRAINING CENTER merupakan penyelenggara pendidikan dan pelatihan yang didesain menggunakan pendekatan melalui pengalaman pendidikan (education experiental learning).

Dengan apa yang telah dicapai dan bekal yang telah ada saat ini, GAMA TRAINING CENTER terus berbenah dan menyiapkan posisi yang lebih kuat untuk dapat tumbuh sebagai sebuah jaringan dalam skala yang lebih luas lagi.

MOTTO
Handal, Terpercaya, Profesional

VISI
Menjadi lembaga yang mapan dan profesional yang fokus pada bidang  pengembangan sumber daya manusia

MISI
  1. Memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh Clients dan berperan serta dalam peningkatan usaha dalam bentuk jaringan kerjasama yang saling menguntungkan
  2. Mencetak sumber daya yang sehat, kuat, dan produktif
  3. Menjalin silaturahim dalam semangat persaudaraan dan persahabatan dengan Clients

GOAL PROGRAMES
Setelah  mengikuti    program ini, diharapkan  kompetensi dan perubahan yang  akan terjadi  pada peserta dan  tim  (Clients) dalam bentuk:
  1. Menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan pekerjaan, hobi, dan mengatasi resiko
  2. Melatih kemampuan mengambil keputusan yang efektif dalam situasi sulit
  3. Peserta dapat menemukan motivasi diri  dalam bertugas dan bekerja, kemudian disinergikan dengan tujuan kelompok dan organisasi atau perusahaan
  4. Meningkatnya comfort beraktifitas

ACTIVITIES LOCATION
  1. Indoor: Youth Center, Youth Hostel (Pondok Pemuda), LPP Convention Hall, Auditorium MM UGM, Hotel Santika, dll.
  2. Outdoor: Kebun Buah Mangunan, Kaliurang, Kalikuning, Pantai Wedi Ombo, Pantai Siung, Pantai Bugel, Sungai Elo, Sungai Progo, Sungai Serayu, dll.

PROGRAMS ACTIVITY
I.    INDOOR
  1. Personal Development Training
  2. Pelatihan Moral Etika Remaja/ Pelajar
  3. ESQ Training
  4. Training For Trainer
  5. Human Resource Development Training
  6. Motivation Training
  7. Team Building Training
  8. Community Development Training
  9. Workshop dan Seminar
  10. dll.

II.    OUTDOOR 
1.  Tracking/ Mountaineering 
Panorama wisata alam pengunungan sangatlah mempesona, dimulai dari keindahan hutan-hutan tropis yang masih alami serta kicauan burung dan sejuknya udara pegunungan, pesona hamparan bunga edelweis yang hanya tumbuh di pegunungan sangatlah memukau mata, menjadikan semua itu sebagai pengalaman yang takan terlupakan begitu saja.

2.  Caving 
Gua merupakan salah satu wisata petualangan yang menghadirkan keindahan dunia bawah tanah yang tidak akan pernah anda temui di permukaan. Lorong-lorong gua dengan berbagai macam bentuk dan ukuran, benar-benar memberikan sebuah sensasi petualangan yang sangat menggairahkan.

3.  Rafting
Anda akan dilengkapi dengan jaket pengaman berkualitas tinggi yang berfungsi sebagai pelampung dan pelindung tubuh anda dan River Guide kami akan memandu Anda untuk menikmati arung jeram dari teknik pengarungan sampai teknik penyelamatan diri

III.    OUTBOUND MANAJEMEN TRAINING
Outbound Management Training adalah suatu bentuk atau metode pelatihan di alam terbuka (outdoor) dengan penekanan pada pengembangan kemampuan di bidang manajemen organisasi dan pengembangan diri (personal development) yang disimulasikan melalui permainan-permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri (personal development), berpikir kreatif (inovation), rasa kebersamaan (team work) dan saling percaya (trust) serta penyegaran dan memecahkan kekakuan birokrasi.

A. Metodologi Training
Metode yang digunakan adalah:
  • Simulasi Kesederhanaan
Permainan-permainan di dalam Outbound Management Training ini adalah sebuah metafora kehidupan yang kompleks dan dibuat secara sederhana sehingga akan mudah sekali dipahami kompleksitas kehidupan.
  • Pendekatan melalui pengalaman (Experiental Learning)
Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung sehingga dapat dirasakan sukses-gagal di dalam melaksanakan sebuah tugas.
  • Penuh Kegembiraan
Permainan pada dasarnya disukai oleh setiap orang karena bagian dari kegembiraan aktivitas Outbound Management Training berupa permainan yang cenderung memberi keterangsangan emosi dan kegembiraan.

B. TRAINING DESIGN
  • Team Building
Peserta dituntut untuk lebih mengenai seluruh komponen yang terlibat, memecahkan kekakuan birokrasi, kebekuan komunikasi dan pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan serta kesatuan individu, selain itu anggota tim harus memiliki sikap saling ketergantungan.
  • Team Work
Program ini menekankan pada peningkatan kemampuan kinerja tim yang didasari oleh komitmen pribadi anggota tim mengenai elemen-elemen yang mendasari kerja tim yang efektif seperti saling membagi peranan dan pengorbanan, saling menghargai, komunitas terbuka dan komitmen, sehingga akan terbangun suatu ikatan kebersaman yang mampu membangkitkan semangat kerja tim (team spirit) yang pada akhirnya mampu meningkatkan kinerja kerja.
  • Leadership & Empowerment
Peserta mengeksplorasi karakter-karakter seorang pemimpin seperti halnya komitmen, visi, kemampuan mendegar secara aktif dan suri tauladan. Mereka dapat mengalami karakter-karakter ini secara nyata sehingga dapat memadukan kompetensi individual dan memberdayakan sehingga memberikan kontribusi untuk pencapaian suatu tujuan.
  • Personal Development
Program ini menekankan pada pengembangan seseorang sebagai pribadi yang utuh. Setiap peserta dituntut untuk memiliki komitmen bagi pertumbuhan dan optimalisasi perkembangan diri agar lebih asertif, proaktif dan bertanggung jawab. Keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalani tantangan pribadi untuk menggapai kemenangan.
  • Strategic Planning
Mencapai hasil yang optimal dari setiap aktivitas baik secara individual maupun organisasional adalah tidak mungkin tanpa terlebih dahulu memikirkan strategi perencanaan. Perencanaan akan menggambarkan pencapaian sebuah aktivitas. Program ini mengajak setiap peserta untuk mencoba, berlatih dan menyusun perencanaan misi berdasarkan setiap visi yang ditentukan oleh individu maupun organisasi.

C. FASILITATOR dan INSTRUKTUR LAPANGAN
GAMA TRAINING CENTER didukung oleh fasilitator yang ahli dan berpengalaman dalam Training Design serta terampil di bidangnya. Latar belakang mereka beragam, mulai dari teknik, manajemen, bisnis, psikologi, lingkungan dan pecinta alam. Instruktur lapangan yang handal mempunyai ketrampilan dan menguasai Safety Procedure di bidang alam bebas, terlatih bekerja dalam tim pada situasi yang tak terduga.


PAKET OUTBOUND
Produk-Produk ini kami siapkan untuk Perusahaan, Kalangan Profesional, Organisasi atau Lembaga Kemasyarakatan pada umumnya :

1.    OUTBOUND For Students/ Community
Sebagai Team OutBound yang peduli akan dunia pendidikan, GAMA TRAINING CENTER juga memiliki Paket-Paket OutBound yang kami rancang sebagai Education Experiental Learning yang dapat menunjang dunia pendidikan mulai dari PLAY GROUP s/d SMA.

Manfaat dari Paket Outbound ini adalah :
Meningkatkan keberanian dalam bertindak maupun berpendapat, membentuk pola pikir analistik dan kreatif, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi.
 
Spesifikasi Paket Outbound
  1. Paket I         : Fun and Science Games
  2. Paket II       : High Rope Outbound (Flying Fox, Two Line Bridge, Monkey Leader/ Spider Web)
  3. Paket III     : Full (Ice Breaking, 3 High Rope, 3 Fun Games, 2 Science for Children)

2.    OUTBOUND For Corporate
Menujuk pada kenyataan bahwa hasil yang optimal lebih didominasi oleh faktor human resources  assets (SDM) yang berkualitas dibandingkan oleh faktor financial assets, maka investasi yang paling strategis dalam meningkatkan kekuatan sebuah perusahaan (corporate) adalah dengan peningkatan kualiatas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tubuh perusahaan yang tentunya dapat dicapai melalui kegiatan pelatihan (training) bagi karyawan (employee).

Dengan konsep-konsep interaksi antara peserta dan dengan alam melalui kegiatan simulasi di alam terbuka diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berpikir dan persepsi yang kreatif dan positif dari setiap peserta guna membentuk rasa kebersamaan, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam, yang pada harapannya akan mampu memberikan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru dalam perusahaan anda melalui simulasi Outdoor Activities ini peserta juga akan mampu mengembangkan potensi diri, baik secara individu (Personal Development) maupun dalam kelompok (Team Development) dengan melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi yang efektif, manajemen konflik, kompetisi, kepemimpinan, manajemen resiko, dan pengambilan keputusan serta inisisatif.

Desain Outbound
Kerangka Dasar Pelatihan:
•    Pengarahan (Briefing)
•    Pemahaman akan misi (Mission Assesment) dan Perencanaan (Planning)
•    Pelaksanaan Aktifitas (Action) dan Refleksi (Reflection)
•    Evaluasi (Evaluation)
•    Penyimpulan (Debriefing)

Aktifitas
Luar Ruang (outdoor) dengan dasar:
•    Permainan berstruktur
•    Skenario yang beralur
•    Aturan main, sangsi dan penghargaan
•    Penghitungan prestasi (scoring)    
 
Dalam Ruang (indoor)
•    Ceramah Singkat & Diskusi
•    Diskusi
•    Indoor Games
 
Fasilitator
Dalam kegiatan pelatihan dengan media outdoor, GAMA TRAINING CENTER menerapkan standar kompetensi yang memadai meliputi:
  1. Para trainer yang berkompetensi dalam bidang pelatihan baik indoor maupun outdoor
  2. Tersedianya para tenaga medis yang berpengalaman dalam setiap kegiatan pelatihan
  3. Para trainer yang berkompetensi dalam bidang kegiatan luar ruang (outdoor) yang didukung dengan peralatan (equipment) yang memenuhi standar keamanan
  4. Selalu memprioritaskan masalah keamanan bagi setiap peserta dalam setiap kegiatan

Spesifikasi Paket Outbound
  1. Paket I      : 3 Fun Games, High Rope Outbound (Flying Fox, Two Line Bridge/ X-Line Bridge)
  2. Paket II     : Full Outbound (Ice Breaking, 3 High Rope, 4-5 Fun Games)
Lamanya waktu pelatihan pada dasarnya disesuaikan dengan keinginan clients, namun untuk hasil yang optimal, program pelatihan ini membutuhkan waktu efektif selama (3 Hari/ 2 Malam), yang secara umum jumlah jam tersebut terdistribusi dalam kegiatan kegiatan sebagai berikut:
  1. Diskusi & Indoor Games: 35%
  2. Outdoor Activities: 65%

 
 
Office : Jl. Kaliurang km.6 Pandega Padma B-07. Sleman, D.I. Yogyakarta
Reservation and Information (SMS): 0813-2813-0766
Telp/ HP: 0857-4239-1845
Email: menlu_die@yahoo.co.id


READ MORE [...]

Guru Umar Bakri dan Sore Tugu Pancoran

Dua lagu karya Iwan Fals inilah yang kami (B-07dotCOM) senandungkan dalam akustik malam pada acara Renungan Malam KAMMI Komisariat UGM untuk korban banjir bandang di Wasior di lapangan utama Grha Saba Pramana (GSP) UGM pada Kamis, 20 Oktober 2010, pukul. 21.00 wib.

Silahkan menikmati liriknya dan bagi anda yang belum memiliki .mp3-nya, kami persilahkan men-download pada link tepat di bawah lirik. Selamat menikmati.


Guru Umar Bakri


Tas Hitam Dari Kulit Buaya
Selamat Pagi Berkata Bapak Umar Bakri
ini Hari aku Rasa Kopi Nikmat Sekali

Tas Hitam Dari Kulit Buaya
Mari Kita Pergi Memberi Pelajaran Ilmu Pasti
itu Murid Bengalmu Mungkin Sudah Menunggu

Laju Sepeda Kumbang Dijalan Berlubang
Selalu Begitu Dari Dulu Waktu Jaman Jepang
Terkejut Dia Waktu Mau Masuk Pintu Gerbang
Banyak Polisi Bawa Senjata Berwajah Garang

Bapak Umar Bakri Kaget Apa Gerangan?
“berkelahi Pak” Jawab Murid Seperti Jagoan
Bapak Umar Bakri Takut Bukan Kepalang
itu Sepeda Butut Dikebut Lalu Cabut Kalang Kabut
Cepat Pulang

Busyet
Standing dan Terbang

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai Negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat Puluh Tahun Mengabdi
Jadi Guru Jujur Berbakti Memang Makan Hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak Ciptakan Menteri
Umar Bakri ...
Profesor Dokter Insinyurpun Jadi

Tapi Mengapa Gaji Guru Umar Bakri Seperti Dikebiri

download


Sore Tugu Pancoran

Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Disimpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal


Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Disimpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran
Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal

download
READ MORE [...]

Pemikiran Ekonomi Ibn Khaldun

A. Teori Produksi
Bagi Ibn Khaldun, produksi adalah aktivitas manusia yang diorganisasikan secara sosial dan internasional. Manusia adalah binatang ekonomi. Tujuannya adalah produksi. Pada sisi lainnya, faktor produksi yang utama adalah tenaga kerja manusia. Karena itu, manusia harus melakukan produksi guna mencukupi kebutuhan hidupnya, dan produksi berasal dari tenaga manusia (Bandingkan dengan teori Adam Smith yang mengatakan bahwa sumber kemakmuran adalah kerja.).

“Tenaga manusia sangat penting untuk setiap akumulasi laba dan modal. Jika [sumber produksi] adalah kerja, sedemikian rupa seperti misalnya [pekerjaan] kerajinan tangan, hal ini jelas. Jika sumber pendapatan adalah hewan, tanaman atau mineral, seperti kita lihat, tenaga manusia tetaplah penting. Tanpa [tenaga manusia], tidak ada hasil yang akan dicapai, dan tidak akan ada [hasil] yang berguna.” (2:274).

Namun demikian, manusia tidak dapat sendirian memproduksi cukup makanan untuk hidupnya. Jika ia ingin bertahan, ia harus mengorganisasikan tenaganya. Organisasi sosial dari tenaga kerja ini harus dilakukan melalui spesialisasi yang lebih tinggi dari pekerja.  Hanya melalui spesialisasi dan pengulangan operasi-operasi sederhanalah orang menjadi terampil dan dapat memproduksi barang dan jasa yang bermutu baik dengan kecepatan yang baik (Bandingkan dengan teori Adam Smith yang menyatakan tentang spesialisasi kerja).

“Setiap jenis keahlian tertentu membutuhkan orang yang bertugas atasnya dan terampil melakukannya. Semakin banyak ragam pembagian dari suatu keahlian, semakin banyak jumlah orang yang [harus] mempraktekkan keahlian itu. Kelompok tertentu [yang mempraktekkan keahlian itu] diwarnai olehnya. Seiring dengan berjalannya waktu, dan bertambahnya jenis-jenis profesi satu demi satu, para tukang menjadi berpengalaman dalam berbagai keahliannya dan terampil dalam pengetahuan tentangnya. Jangka waktu yang panjang dan pengulangan [pengalaman] yang mirip menambah kepada pembentukan keahlian tersebut dan menyebabkannya berakar dengan kuat” (2:250).

Sebagaimana terdapat pembagian kerja di dalam negeri, terdapat pula pembagian kerja secara internasional. Pembagian kerja internasional ini tidak didasarkan kepada sumber daya alam dari negeri-negeri tersebut, tetapi didasarkan kepada keterampilan penduduknya, karena bagi Ibn Khaldun, tenaga kerja adalah faktor produksi yang paling penting. Karena itu, semakin banyak populasi yang aktif, semakin banyak produksinya. Sejumlah surplus barang dihasilkan dan dapat diekspor, dengan demikian meningkatkan kemakmuran kota tersebut.  Pada lain pihak, semakin tinggi kemakmuran, semakin tinggi permintaan penduduk terhadap barang dan jasa. Hal ini menyebabkan naiknya harga-harga barang dan jasa tersebut, dan juga naiknya gaji yang dibayarkan kepada pekerja-pekerja terampil.

Dengan demikian, Ibn Khaldun menguraikan suatu teori yang menunjukkan interaksi antara permintaan dan penawaran, permintaan menciptakan penawarannya sendiri yang pada gilirannya menciptakan permintaan yang bertambah. Bagi Ibn Khaldun, karena faktor produksi yang paling utama adalah tenaga kerja dan hambatan satu-satunya bagi pembangunan adalah kurangnya persediaan tenaga kerja yang terampil, proses kumulatif ini pada kenyataannya merupakan suatu teori ekonomi tentang pembangunan. Teori Ibn Khaldun merupakan embrio suatu teori perdagangan internasional, dengan analisis tentang syarat-syarat pertukaran antara negara-negara kaya dengan negara-negara miskin, tentang kecenderungan untuk mengekspor dan mengimpor, tentang pengaruh struktur ekonomi terhadap perkembangan, dan tentang pentingnya modal intelektual dalam proses pertumbuhan.
 
B. Teori Nilai, Uang dan Harga
Dalam teori nilai, Ibn Khaldun mengemukakan bahwa nilai suatu produk sama dengan jumlah tenaga kerja yang dikandungnya. Demikian pula kekayaan bangsa-bangsa tidak ditentukan oleh jumlah uang yang dimiliki bangsa tersebut, tetapi ditentukan oleh produksi barang dan jasanya dan oleh neraca pembayaran yang sehat.
Namun demikian, ukuran ekonomis terhadap nilai barang dan jasa perlu bagi manusia bila ia ingin memperdagangkannya. Pengukuran nilai ini harus memiliki sejumlah kualitas tertentu. Ukuran ini harus diterima oleh semua sebagai tender legal, dan penerbitannya harus bebas dari semua pengaruh subjektif. Bagi Ibn Khaldun, dua logam yaitu emas dan perak, adalah ukuran nilai sebagai standar moneter.
Bagi ibn Khaldun, harga adalah hasil dari hukum permintaan dan penawaran. Semua barang-barang lainnya terkena fluktuasi harga yang tergantung pada pasar. Bila suatu barang langka dan banyak diminta, maka harganya tinggi. Jika suatu barang berlimpah, harganya rendah. 
 
C. Teori Distribusi 
Harga suatu produk terdiri dari tiga unsur: gaji, laba dan pajak. Gaji adalah imbal jasa bagi produser, laba adalah imbal jasa bagi pedagang, dan pajak adalah imbal jasa bagi pegawai negeri dan penguasa. Gaji merupakan unsur utama dari harga barang-barang. Namun harga tenaga kerja itu sendiri ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran.

Laba adalah selisih antara harga jual dengan harga beli yang diperoleh oleh pedagang.  Namun selisih ini bergantung pada hukum permintaan dan penawaran, yang menentukan harga beli melalui gaji dan menentukan harga jual melalui pasar. 
 
D. Teori Siklus
Bagi Ibn Khaldun, produksi bergantung kepada penawaran dan permintaan terhadap produk. Namun penawaran sendiri tergantung kepada jumlah produsen dan hasratnya untuk bekerja, demikian juga permintaan tergantung pada jumlah pembeli dan hasrat mereka untuk membeli.

Produksi ditentukan oleh populasi. Populasi sendiri ditentukan oleh produksi. Semakin besar produksi, semakin banyak permintaan terhadap tenaga kerja di pasar. Akibatnya gajinya akan naik. Kenaikan gaji akan menciptakan pemenuhan baru di bidang infrastuktur dan layanan. Akibatnya di kota akan menciptakan lapangan kerja baru dan menarik tingkat urbanisasi. Namun demikian jika penduduk ota sangat padat, akan menyebabkan sumbatan perekonomian seperti kemacetan, pencemaran dll. 
 
Di lain pihak, pertambahan jumlah populasi akan meningkatkan permintaan di bidang agrikultur. Jumlah petani menurun dibandingkan dengan jumlah penduduk. Demikian pula, peningkatan tingkat kehidupan pekerja-pekerja kota menyebabkan naiknya harga barang-barang manufaktur.  Karenanya, laba menjadi jauh lebih tinggi pada sektor industri dibandingkan dengan sektor agrikultur, dan insentif bagi petani untuk berproduksi menjadi turun. Akhirnya penduduk suatu kota tidak dapat diberi makan jika jumlah mereka menjadi terlalu banyak. Akan timbul kelaparan dan wabah penyakit. 
 
Kesimpulan
Ibn Khaldun menemukan banyak pemikiran-pemikiran ekonomi yang mendasar beberapa abad sebelum kelahirannya “secara resmi”. Ia menemukan manfaat-manfaat dan perlunya pembagian kerja sebelum Smith dan prinsip nilai tenaga kerja sebelum Ricardo. Ia menguraikan teori populasi sebelum Malthus dan menandaskan peran negara dalam perekonomian sebelum Keynes.

Haruskah kita merevisi begitu banyak sebutan-sebutan Bapak-Bapak Penemu Teori-Teori Ekonomi dalam sejarah pemikiran? Ibn Khaldun diklaim sebagai pendahulu bagi banyak pemikir Eropa, kebanyakan sosiolog, sejarawan dan filsuf. Namun demikian, walaupun ide-idenya sudah dikenal di Eropa sejak abad tujuh belas, dan karya-karyanya sudah diterjemahkan sejak abad kesembilan belas, kelihatannya para penerusnya tidak akrab dengan pemikiran ekonominya. Akibatnya, walaupun ibn Khaldun adalah pendahulu bagi banyak ekonom, ia merupakan suatu kecelakaan sejarah dan tidak memiliki dampak atas evolusi pemikiran ekonomi. Oleh karena itu, namanya harus diperhitungkan di antara Para Perintis Ilmu Ekonomi.
READ MORE [...]

Generasi Al-Muzammil

Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan dari Ummul Mukmin Aisyah ra bahwa Allah telah mewajibkan qiyamullail kepada Rasulullah Saw. di awal surat ini. Beliau dan para sahabat telah menegakkannya di sebagian malam sehingga kaki-kaki mereka bengkak. Setelah genap dua belas bulan, Allah memberikan keringanan dengan diturunkannya ayat kedua puluh dari surat ini pula. Maka berubahlah hukum qiyamullail yang tadinya wajib menjadi satu ibadah yang sunnah.

Surat Al Muzammil turun pada marhalah bina’. Marhalah penggemblengan ruh. Para sahabat merupakan calon dai dan mujahid digembleng dengan gemblengan yang berat. Selama satu tahun mereka harus bangun di tiap tengah malam untuk berdiri shalat berjam-jam. Mereka dituntut untuk taat, tunduk, patuh dan berpegang teguh pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban qiyamullail bukanlah sekadar berdiri sholat berjam-jam. Tetapi ia merupakan tarbiyah imaniyah. Tarbiyah untuk selalu berhubungan dengan Yang Maha Pencipta, untuk bermunajat ke pada-Nya. Ia merupakan wasilah untuk mendekatkan diri, berzikir dan bertawakkal kepada-Nya.

“Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketaatan, (Dialah) Rabb masyriq dan maghrib, tiada Illah melainkan Dia. Maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (QS. Al Muzammil: 8-9)
 
Berdzikir kepada Allah taat, tunduk dan patuh kepada-Nya, bertawakkal dan beribadah hanya kepada-Nya, merupakan senjata yang ampuh di medan dakwah yang penuh dengan rintangan dan cobaan. Semuanya akan menjadikan para calon du’at dan mujahid terbiasa untuk bersabar atas cobaan yang datang secara beruntun. Mereka akan terbiasa menanggung derita dan konsisten dalam mempertahankan haq. Ini semua merupakan satu satunya senjata pada marhalah bina’. Marhalah yang belum diizinkan untuk menghadapi kaum kafir secara langsung.

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik:. (QS. Al Muzammil : 10).

Sungguh seorang da’i atau mujahid yang diatas pundaknya terbebankan panji-panji dakwah, pasti akan mendapati cobaan, siksaan dan intimidasi, dan tentu sangat membutuhkan senjata untuk mengukuhkan mereka. Senjata yang meneguhkan hati dan jiwa mereka. Mereka hanya akan mendapatkannya jika dalam marhalah bina’ mereka telah digembleng dengan gemblengan Al Muzammil. Dan harokah islamiyah jika tidak menggembleng generasinya dengan gemblengan Al Muzammil, mereka akan berjatuhan di tengah jalan ketika mereka dihadapkan pada cobaan dan intimidasi.

Generasi Al Muzammil harus dibina dibawah konsep Qur’ani. Dan tidaklah cukup jikalau Al Qur’an hanya dijadikan sebagai pusat dan sumber intelektualitas belaka. Tetapi Al Qur’an harus dihafal. Khusus bagi mereka yang masih berumur muda.

Perlu diingat makna qiyamullail tidak akan pernah terealisir selama calon da’I atau mujahid tidak hafal ayat-ayat Al Qur’an kecuali beberapa ayat saja. Bagaimana ia akan merasakan nikmatnya bermunajat, sedangkan ia hanya hafal beberapa ayat dari Al Qur’an dan diulangnya tiap rokaat sholatnya? Bagaimana ia akan merasa khusyu’? Betapa nikmat, tatkala kaki berdiri tegak untuk memulai munajat, hati tergerak disinari ayat-ayat Ilahi, yang kemudian dibiaskan ke dalam penglihatan, pendengaran, jiwa dan kehidupan.

Untuk menghasilkan generasi Al Muzammil yang tangguh, harokah islamiyah harus mengonsep, pada umur tertentu seorang anggota harus sudah hafal sebagian besar ayat-ayat Al Qur’an. Inilah yang akan menjadi bekal mereka. Dengan bekal ini, mereka akan bisa mereguk nikmatnya bermunajat, qiyamullail dan ber-taqorrub kepada-Nya.

Potret generasi Al Muzammil adalah seorang pemuda yang telah melewati pubertas nya dengan kecintaan pada ibadah, ketaatan, dan taqorrub kepada-Nya. Pemuda yang selalu ber-tilawah dengan tartil, yang setiap malam air mata mengucur deras dari pelupuk matanya. Men-tadabburi ayat-ayat-Nya. Pemuda yang Al Qur’an terukir di hati dan pikirannya.
READ MORE [...]

You Make My World So Colourful

 kalian harus denger nih lagu. dari ambon untuk dunia... :D

Morning sunshine in our room
Now that room is back in tune
Autumn start this day with a smile
And laugh at my beautiful love one
Who’s lying besides me

You so far away in your sleep
Who can tell what dream you may dream
You dont know that i was drawing
With my finger on your sweet young face
Vague as a meaning words

# You make my world so colorful
I never had it so good
My love i thank you for all the love
You gave to me

repeat #

Like a summer breeze so soft
Like a rose you bring me near
And i kiss your lips so sweet
Soft like the rain and gentle as
The morning dew in may

Though they said that i was wrong
But thank god my will so strong
I got you in the palm of my hand
Everyday they tried to put me on
But i laugh at those who tried to hurt our love

Daniel Sahuleka - You Make My World So Colourful
download
READ MORE [...]

You Give Me Something

You want to stay with me in the morning
You only hold me when I sleep,
I was meant to tread the water
Now I've gotten in too deep,
For every piece of me that wants you
Another piece backs away.

'Cause you give me something
That makes me scared, alright,
This could be nothing
But I'm willing to give it a try,
Please give me something
'Cause someday I might know my heart.

You already waited up for hours
Just to spend a little time alone with me,
And I can say I've never bought you flowers
I can't work out what the mean,
I never thought that I'd love someone,
That was someone else's dream.

'Cause you give me something
That makes me scared, alright,
This could be nothing
But I'm willing to give it a try,
Please give me something,
'Cause someday I might call you from my heart,
But it might me a second too late,
And the words I could never say
Gonna come out anyway.

'Cause you give me something
That makes me scared, alright,
This could be nothing
But I'm willing to give it a try,
Please give me something,
'Cause you give me something
That makes me scared, alright,
This could be nothing
But I'm willing to give it a try,
Please give me something
'Cause someday I might know my heart.
Know my heart, know my heart, know my heart

James Morrison - You Give Me Something
download
READ MORE [...]

Upaya Pemberantasan Korupsi 2

1.    Dengan diratifikasinya United Nations Convention Against Corruption melalui Undang-Undang No. 7 Tahun 2006 Tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003) maka Indonesia diwajibkan untuk membentuk undang-undang tentang tindak pidana korupsi yang baru. Dalam undang-undang tentang tindak pidana korupsi yang baru tersebut agar dicantumkan keterangan mengenai pemberlakuan ajaran sifat melawan hukum materiil sebagai sarana untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia serta meniadakan polemik penerapan ajaran sifat melawan hukum materii pasca putusan Mahkamah Konstitusi No. 003/ PUU-IV/ 2006 yang menyatakan bahwa ajaran sifat melawan hukum materiil tidak dapat digunakan dalam upaya pemberantasan tidak pidana korupsi karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

2.    Harus dilakukan peningkatan kualitas Hakim-Hakim di Indonesia khususnya Hakim-Hakim yang akan menangani kasus korupsi baik dari segi keilmuan hukum, moralitas dan keagamaan serta kemampuan untuk penggalian nilai-nilai keadilan masyarakat. Sebab penggunaan ajaran sifat melawan hukum materiil ini disamping memiliki keunggulan yaitu memperhatikan keadilan masyarakat namun pada sisi lain juga sangat berbahaya apabila disalah gunakan karena hakim diberikan kebebasan untuk menafsirkan hukum yang sangat luas.

3.    Penerapan ajaran sifat melawan hukum materiil khususnya dalam fungsi positif hanya pada kasus-kasus tertentu (kasusitis) yang kriterianya terbatas hanya pada perbuatan yang tidak memenuhi rumusan delik atau belum diatur dalam undang-undang namun merugikan masyarakat agar kepentingan masyarakat berupa keadilan masyarakat lebih terlindungi.

4.    Pembentukan peraturan pelaksanaan lembaga Mahkamah Konstitusi terutama mengenai hukum acara Mahkamah Konstitusi dalam suatu Undang-Undang khusus mengenai hukum acara agar tidak hanya dituangkan dalam bentuk Peraturan Mahkamah Kostitusi saja, seperti Undang-Undang Nomor. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana ataupun Undang-Undang Nomor. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

5.    Adanya penegasan mengenai kekuatan dan daya berlakunya Putusan Mahkamah Konstitusi dengan Putusan Mahkamah Agung.
READ MORE [...]

Upaya Pemberantasan Korupsi 1

Perkembangan kejahatan dewasa ini dirasakan semakin mengkhawatirkan, hal ini terlihat dari tingginya kualitas dan kuantitas kejahatan yang ada pada saat ini. Pada sisi kualitas, perkembangan kejahatan dapat terlihat dari sulitnya mendeteksi dan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh suatu kejahatan, sedangkan pada kuantitasnya dapat terlihat dari banyaknya jumlah kejahatan yang terjadi. Contoh perkembangan kejahatan pada saat ini adalah dengan munculnya beragam jenis kejahatan baru seperti white collar crime, cyber crime, money laundering dan masih banyak yang lainnya. 

Perkembangan kejahatan tersebut menggunakan cara dan metode yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

Salah satu kejahatan yang berkembang saat ini adalah kejahatan korupsi. Dapat dikatakan bahwa kejahatan korupsi merupakan kejahatan yang telah ada sejak adanya interaksi antar manusia. Hal ini berdasarkan pada arti harfiah korupsi yang berarti kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah seperti yang tercantum dalam The Webster Dictionary.  Tetapi kejahatan korupsi yang berkembang saat ini sangat berbeda dengan kejahatan korupsi yang ada pada jaman dahulu baik dari segi modus maupun dampak yang ditimbulkan.

Tipologi kejahatan korupsi yang ada dan berkembang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, hal ini terlihat dari pelakunya yang biasanya tidak hanya perorangan tetapi suatu kelompok yang bekerja bersama-sama secara terorganisir, dampaknya sangat besar yang dapat mengganggu keuangan dan perekonomian suatu negara serta modus operandinya sangat canggih dan kompleks sehingga sulit untuk dideteksi dan dibuktikan. Bahkan, kejahatan korupsi pada saat ini dapat menjadi sumber munculnya kejahatan baru seperti kejahatan money laundering yang berfungsi untuk menyembunyikan dan mengamankan hasil kejahatan korupsi tersebut.

Kejahatan korupsi merupakan suatu kejahatan yang sangat berbahaya dan hampir terjadi pada setiap negara di dunia. Kejahatan ini dianggap sebagai suatu permasalahan global yang penanganannya perlu diadakan kerjasama antar negara. Wujud kerjasama negara-negara di dunia untuk mengatasi masalah korupsi ini terlihat dari adanya suatu kesepakatan bersama antar negara di dunia mengenai pemberantasan korupsi yang diberi nama United Nations Convention Againts Corruption.

Upaya untuk mengatasi masalah korupsi di Indonesia sangat diprioritaskan, hal ini dikarenakan tingkat korupsi di Indonesia sangat tinggi. Berdasarkan hasil survei pada tahun 1998 sampai dengan tahun 2004 oleh Transparency International yaitu sebuah gerakan global menentang korupsi yang berkantor pusat di Berlin, Jerman, dengan cabang-cabang di 120 negara yang salah satunya terdapat di Indonesia, menyatakan bahwa: 

Peringkat korupsi Indonesia sejak 1998-2004 selalu berada dalam peringkat sepuluh besar negara terkorup di dunia. Tahun 1998 (peringkat 6 terkorup dari 85 negara), tahun 1999 (peringkat 3 terkorup dari 98 negara), tahun 2000 (peringkat 5 terkorup dari 90 negara), tahun 2001 (peringkat 4 terkorup dari 91 negara), tahun 2002 (peringkat 6 terkorup dari 102 negara), tahun 2003 (peringkat 6 terkorup dari 133 negara). Dan terakhir di tahun 2004, Transparency International menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup ke-5 dari 146 negara.

Pada tahun 2006, Transparency International yang juga merupakan satu-satunya Organisasi Internasional yang secara khusus bekerja untuk menghapus korupsi, kembali mengeluarkan hasil surveinya mengenai tingkat korupsi di Indonesia yang menyatakan bahwa: 
Peringkat korupsi Indonesia semakin baik dengan nilai indeks 2,4 meningkat dari tahun sebelumnya, 2,2. Nilai indeks ini juga ikut mendongkrak urutan Indonesia satu peringkat dari negara terkorup keenam (dari 159 negara) pada 2005 menjadi ketujuh (dari 163 negara) pada tahun ini.

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa tingkat korupsi Indonesia terjadi penurunan maupun peningkatan peringkat korupsi, namun dapat disimpulkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia sangat tinggi serta sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu keinginan untuk memberantas korupsi di Indonesia merupakan suatu agenda utama pemerintah agar dapat mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang bertujuan untuk menwujudkan kemakmuran bagi seluruh  rakyat Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah korupsi di Indonesia adalah dengan membentuk peraturan hukum khusus yang mengatur masalah kejahatan korupsi diluar ketentuan hukum pidana umum yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pemisahan pengaturan tersebut bertujuan agar dapat mengoptimalkan proses pemberantasan korupsi di Indonesia. Wujud  pengaturan khusus diluar KUHP untuk mengatasi masalah korupsi pertama kali adalah Peraturan Penguasa Militer tanggal 9 April 1957 Nomor Prt/PM/06/1957. Perkembangan pengaturan khusus tersebut pada saat ini diwujudkan dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengatasi masalah korupsi di Indonesia adalah dengan memberlakukan ajaran atau doktrin dalam ilmu hukum pidana yang dipandang dapat mendukung upaya untuk memberantas kejahatan korupsi tersebut. Ajaran sifat melawan hukum materiil dalam hukum pidana mengandung arti bahwa suatu perbuatan dikatakan sebagai perbuatan pidana tidak hanya didasarkan pada ketentuan yang telah ada dalam peraturan perundang-undangan saja melainkan apabila perbuatan tersebut dianggap melanggar norma-norma atau melukai rasa keadilan dalam masyarakat maka perbuatan tersebut dapat dipidana. 

Ajaran ini digunakan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, karena dengan diberlakukannya ajaran ini diharapkan dapat mengatasi perkembangan kejahatan korupsi yang sangat cepat yang tidak dapat diatasi hanya dengan peraturan perundang-undangan yang telah ada saja.

Salah satu aspek penting dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tersebut adalah dapat dikatakan sebagai legislasi ajaran sifat melawan hukum materiil yaitu pada Penjelasan Pasal 2 ayat (1) yang isinya menyebutkan bahwa :

Secara melawan hukum dalam Pasal ini mencakup perbuatan melawan hukum dalam arti formil maupun dalam arti materiil,  yakni meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena tidak sesuai dengan rasa keadilan atau norma-norma kehidupan sosial dalam masyarakat maka perbuatan tersebut dapat dipidana.

Perkembangan penggunaan ajaran sifat melawan hukum materiil dalam upaya pemberantasan kejahatan korupsi banyak terjadi pro dan kontra. Pihak yang pro atau mendukung diberlakukannya ajaran tersebut mengganggap bahwa kejahatan korupsi merupakan suatu kejahatan yang sudah sangat luar biasa (extraordinary crime), sulit pembuktiannya dan memiliki dampak yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia, sehingga dibutuhkan suatu upaya penanganan dengan cara yang luar biasa pula agar mempermudah membuktikan kejahatan korupsi tersebut dan kerugian negara dapat diminimalisir bahkan apabila sudah terjadi kerugian dapat dikembalikan. 

Disamping itu, tujuan lainnya adalah agar dapat dimunculkannya shock therapy bagi orang-orang yang akan melakukan kejahatan korupsi, sehingga tidak berani untuk melakukan kejahatan korupsi karena dapat dengan mudah diungakap dan dibuktikan.

Bagi pihak yang kontra atau tidak setuju dengan diberlakukannya ajaran sifat melawan hukum materiil mengganggap bahwa ajaran tersebut bertentangan dengan asas legalitas berupa kepastian hukum yang terdapat dalam hukum pidana, hal ini karena tidak adanya ukuran yang jelas mengenai batasan dari kriteria perbuatan tercela dan rasa keadilan masyarakat yang menjadi dasar dari ajaran tersebut.

Permasalahan mengenai pro dan kontra terhadap pemberlakuan ketentuan ajaran sifat melawan hukum materiil pada kejahatan korupsi akhirnya mencapai puncaknya dengan diajukannya permasalahan tersebut kepada Mahkamah Konstitusi dalam bentuk permohonan Judicial Riview atas ketentuan penjelasan pasal 2 ayat (1) yang merupakan dasar legislasi ajaran sifat melawan hukum materiil dalam undang-undangan pemberantasan korupsi. Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap permohonan tersebut adalah: 

Sepanjang frase yang berbunyi “yang dimaksud dengan secara melawan hukum dalam pasal ini mencakup perbuatan melawan hukum dalam arti formil maupun materiil, yakni meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan, namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena tidak sesuai dengan rasa keadilan atau norma-norma kehidupan sosial dalam masyarakat, maka perbuatan tersebut dapat dipidana” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945; serta tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Berdasarkan isi putusan tersebut dapat dikatakan bahwa pemberlakuan ketentuan ajaran sifat melawan hukum materiil tidak dapat lagi digunakan sebagai suatu upaya untuk mengatasi masalah korupsi di Indonesia.
READ MORE [...]

Permainan untuk Training/ Pelatihan

Perbedaan secara keseluruhan
Sedikit sekali trainer baru yang mengetahui definisi games, simulasi dan bermain peran, studi kasus dan lain-lain. Definisi berikut sangatlah luas dan merupakan definisi yang telah saya sertakan bagi trainer baru untuk digunakan. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh trainer, maka semakin banyak pula definisi mereka sendiri yang dapat diterapkan.

Bahkan dengan melihat beberapa contoh yang diberikan di sini, Anda akan dapat mengetahui bahwa sulit untuk mengkategorikan beberapa latihan dalam satu pengelompokan. Catur, misalnya, bukanlah semata-mata game atau simulasi, melainkan kombinasi keduanya. Bagi mereka yang tertarik, catur dikembangkan di India pada abad ke-6 dan dirancang untuk mensimulasikan pertempuran kontemporer.

Games
Game adalah suatu latihan dimana pesertanya terlibat dalam sebuah kontes dengan peserta lain (atau sekelompok orang) dengan dikenai sejumlah peraturan. Biasanya games meliputi beberapa tipe pembayaran. Sebagian besar games pelatihan sekarang lebih diarahkan pada kompetisi trainee secara individual terhadap dirinya sendiri dari pada berkompetisi dengan sesama trainee. Hal ini menghindari situasi adanya yang menang dan yang kalah.

Istilah ‘games’ meliputi, games ketrampilan psikomotorik, ketrampilan intelektual dan paling banyak adalah adu untung. Beberapa tipe game yang umum meliputi lempar panah, ular tangga, sepakbola, scrable, tebak kata dan bermacam-macam permainan kartu. Games yang dimainkan secara individual, meliputi solitaire, patience (semacam permainan kartu), teka-teki silang dan bahkan mesin poker.

Simulasi
Simulasi adalah contoh situasi aktual atau imajiner. Simulasi umumnya digunakan untuk melatih operator masa depan dimana akan sangat tidak praktis atau terlalu brbahaya bagi trainee untuk menggunakan peralatan atau lokasi sesungguhnya. Simulasi biasanya dirancang serealistis mungkin supaya treinee dapat belajar dari tindakan mereka tanpa khwatir harus memperbaiki atau mengganti peralatan yang rusak.

Contoh simulasi meliputi simulator penerbangan, simulator mengamudi, dan perang-perangan.

Asah Otak
Asah otak berada di kelasnya tersendiri. Bukan merupakan games atau simulasi murni melainkan teka-teki yang dapat menyibukkan pikiran peserta atau menunjukkan titik kuncinya. Asah otak umumnya tidak memiliki peraturan, tapi trainer boleh merancang peraturan mereka sendiri untuk menyesuaikannya dengan sesi pelatihan individual.

Asah otak tertentu meliputi latihan-latihan seperti menggabungkan titik dan paling banyak merupakan latihan persepsi.

Bermain Peran
Bermain peran digunakan dalam pelatihan untuk melihat bagaimana peserta bereaksi dalam situasi tertentu sebelum dan sebuah sesi pelatihan. Bermain peran sangat bermanfaat untuk memberikan kesempatan peserta mempraktekkan bagaimana berhubungan dengan orang lain sesuai skenario yang diberikan. Bahkan meski peserta keliru melakukannya, mereka tetap dapat mengambil suatu pelajaran.

Studi Kasus
Definisi studi kasus sama persis dengan yang ditunjukkan namanya. Sebuah kasus (basanya berasal dari daerah kerja peserta) dipelajari oleh kelompok atau oleh individu. Studi mendalam dari hal sesungguhnya atau skenario yang disimulasikan dimaksudkan untuk mengilustrasikan hasil-hasil tertentu. Apabila sebuah kelompok atau individu memiliki jawaban terhadap masalah atau situasi tertentu, maka jawaban tersebut dapat dibandingkan dengan hal yang sesungguhnya terjadi dan hasil-hasil yang muncul dalam peristiwa tersebut.

Kapan sebaiknya kegiatan tersebut dilaksanakan?
Latihan-latihan training dapat digunakan kapan saja selama pelatihan sepanjang relevan dengan poin pelatihan sepanjang relevan dengan poin pelatihan atau telah dirancang untuk tujuan tertentu.

‘Tujuan tertentu’ bisa untuk menyibukkan peserta pada saat menunggu rekan mereka yang belum siap, dan untuk menghilangkan rasa kantuk peserta setelah makan siang. Tujuan ini boleh saja asal disebutkan. Yang tidak tepat adalah apabila latihan digunakan semata-mata sebagai pengisi waktu atau untuk membuat fasilitator terlihat seperti seorang tukang sulap.

Anda juga dapat menggunakan latihan terstruktur sebagai alat untuk menyalurkan energi berlebih atau untuk menghidupkan suasana kelas. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperbaiki atmosfir belajar.

Jadi tipe latihan terstruktur yang seperti ini harus dipilih dan digunakan berdasarkan manfaatnya, untuk memperjelas instruksi, atau memperbaiki lingkungan belajar.


MEMBUTUHKAN TRAINER UNTUK:
TRAINING OUTBOND ATAU INDOOR
TRAINING PENGEMBANGAN DIRI
COMMUNITY DEVELOPMENT TRAINING
EDUCATION TRAINING

email: menlu_die[at]yahoo.co.id
ym: menlu_die
fb: maringan.wahyudianto
tw: @ikhwankiri

*tim terdiri dari trainer FKAPMEPI, TIO KAMMI, B-07dotCOM, Youth Care Community
READ MORE [...]

Militansi

Ikhwah rahimakumullah,

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat 19 Ayat 12 : “ Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah ..”

Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan.

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.

Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan : “Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik”.

Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,

Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat.

Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da’i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.

Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.

Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,

Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam: “Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq”.(QS. Al-A’raaf (7):145)

Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12: “Hudzil kitaab bi quwwah” (Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan). Jiddiyah ini juga nampak pada diri Ulul Azmi (lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azzam terkuat).

Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.

Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita : “Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian”.

Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.

Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: “Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi”. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.

Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,

Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.

Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri.

Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.

Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.

Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir’aun.

Berkat do’a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir’aun beserta bala tentaranya.

Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir’aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.

Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.

Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 :

“Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain”.

“Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”.

“Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya”.

“Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.

“Mereka berkata: “Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”.

“Berkata Musa: “Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu”.

“Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu”.

Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra’du (13):11, “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri”.

Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir’aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do’a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu’ara (26):61-62, “Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku”.

Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya.

Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah “qaumun jabbarun” yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir’aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.

Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, “In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit bihil aqdaam” (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).

Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. “Pergilah engkau dengan Tuhanmu”. Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.

Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.

Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan.

Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: “Ud’uulanaa robbaka” (Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: “Pimpinlah kami untuk berdo’a pada Tuhan kita”.

Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.

Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: “Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa”. Sahabat bertanya: “Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Siapa lagi?”.

Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai warasatul anbiya (pewaris nabi).

Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.

Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.

Mentalitas Bal’am, ulama di zaman Fir’aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur’an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal’am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir’aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal’am tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.

Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian.

Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.

Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.

Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.

Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. “Demi Allah, ini pasti bukan manusia”. Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.

Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.

Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da’i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah.

Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.

Wallahu a’lam bish shawab.


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang bena.” (Q.S. Al-Hujurat [49] : 15)

*KH. Rahmat Abdullah
READ MORE [...]