Showing posts with label 100 kata. Show all posts
Showing posts with label 100 kata. Show all posts

Laporan Kepada Rabb

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”
Tepat pukul 12.00 saat ia mengucapkan kata pembukanya.
Bersamaan dengan itu sang raja siang menunjukkan kekuatan sinarnya yang dahsyat.
Sedangkan dalam ruangan ini udara begitu menyejukkan.
Seolah mengajak manusia-manusia itu untuk memejamkan mata dan melepaskan kepenatan mereka.

“Innalhamdalillah Nahmaduhu …..”
Aku mendengarkan suaranya dengan sangat jelas.
Karena aku ada tepat di sebelah kanannya
Suasana begitu hening dan terlihat beberapa orang sudah mulai memejamkan mata.
Segelintir manusia lain berupaya tetap membuka matanya meski godaan lelap mengganggu.

“…… wa ladzikrullaahu akbaru wa aqiimish shalah”
Ia menutup rangkaian kata-katanya.
Dan aku akan melapor ke Rabb-ku tentang amalan baiknya Jum’at ini.



Yogyakarta, 28 April 2010
Menulis untuk melupakan

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Lantang Berteriak


Mereka belum pulang juga…..
Sudah sedari pagi mereka ada di ruangan ini.
Teriak mereka lantang, mereka muda, bergairah dan idealis.

“Rakyat negeri ini butuh kita kawan”
“Posisi kita sebagai Agent of Changes, Agen Perubahan, yang mengharuskan kita untuk bergerak”
“Wapres korup dan pro kapitalisme itu harus segera turun”
Dengan jelas aku bisa mendengar diskusi mereka.

Aku kagum dengan semangat mereka.
Niat mereka tulus, untuk perbaikan negeri.
Aku bangga

Semenjak sore
Dengan bermandi peluh
Mereka menggoreskan gemuruh hati mereka
Dalam berlembar-lembar kertas besar

Seseorang dari mereka memandangku
“Baru jam Sembilan malam, Ayo semangat” pekiknya menggema memunuhi udara
Dan aku berdetak menemani.


*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Sang Pengendara Angin

Aku ingin melintasi awan lebih jauh lagi
Mengendarai angin menuju pegunungan yang sangat kukagumi kehijauannya.
Namun ada seutas benang yang mengikat tubuhku, membatasi gerakan dan kebebasanku.

Hingga suatu ketika benang itu putus dan aku pun terlepas.
Aku melayang…… banyak anak-anak mengejarku
Aku terus melayang, lewati lapangan berdebu, lintasi sawah-sawah yang menguning.
Semakin mendekati pegunungan hijau itu

Tanpa sadar aku semakin mendekat ke tanah
Aku coba bangkit naik kembali
Tapi angin tak lagi menyertaiku
Dan aku pun tersangkut di pepohonan

Yogyakarta, 17 Mei 2010, 13:50
Sambil dengerin “Sherina – Pelangiku”

*arief mai rakhman
READ MORE [...]

Ia Selalu Takut Pada Purnama

Ia selalu takut pada purnama.
Anda pasti heran mendengarnya ?

“Aneh…. purnama itukan indah” kataku karena aku kagum dengan purnama.
Ibarat sebuah lampu senter besar yang tergantung dilangit, terang tapi tidak membakar.

Aku selalu menyukai purnama.
Anda pasti setuju dengan pendapat itu ?

“ Nyeremin………… seolah ada mata besar yang mengawasi kita” katanya lagi.
Saat itu aku tertawa, karena menurutku lucu.
Bukankah sebaliknya purnama itu menentramkan.
karena ia bak hadir menemani kita menikmati gelapnya dan dinginnya malam.

Saat hati kami masih saling bertaut.
Aku selalu ingin menikmati purnama bersamanya.
Karena aku sangat menyukai purnama.
Namun Ia selalu takut pada purnama.


Yogyakarta, 300410
Semoga ada yang bisa membuatnya menyukai purnama.

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Menggenggam Pasir

Mencintai itu laksana menggenggam pasir.
Jika terlalu keras ia akan lolos dari sela-sela jemarimu.
Pun bila terlalu lemah pasir itu akan jatuh juga.

Sore ini ia menuju ke parangtritis untuk mencoba mempraktekkan kata-kata itu.
Ia genggam pasir itu sendirian ditemani gemuruh gelombang.
Ia berupaya agar butiran pasir itu nyaman digenggamannya.
“Kalau aku berhasil, dia akan jadi miliku selamanya” hatinya seolah bicara pada senja

Dua puluh enam bulan kemudian ia tersenyum sendiri.
Hanya selama dua puluh dua purnama ia mampu menggenggam pasir itu.

Seiring berlalunya waktu perlahan tapi pasti pasir itu hilang.
Dan entah sampai kapan dia berani menggenggam pasir kembali.


Yogyakarta, 27 April 2010
Kata-kata bijak dari saudara sejati Eko R.H Kumboro

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Sebuah "Percakapan"

“Aku makin cantik ya” gumamnya di depan cermin
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya

“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati

***
Sebenarnya aku masih ingin memakai jilbab.
Namun karena ia sudah gak pernah memakainya lagi, mau gak mau aku harus mengikutinya.

***
Pake’ hot pants baru ah….. ” ia berkata pada dirinya sendiri
Udah, pake yang biasa aja, yang longgar” aku coba berteriak, tapi gak bisa

***
Ingin rasanya aku keluar dari cermin ini dan memakaikan jilbab kesukaan kami dulu padanya.

Yogyakarta, 270410
Mencoba membersihkan sisa2 pasir

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Kasih Tak Sampai

Untuk seorang perempuan dia memang sangat mempesona.

Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.
Perempuan lain menyebutnya jilbab.

Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.
Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.

Tutur katanya halus…. suaranya merdu….
Aku sering mendengarnya membaca Al-Qur’an.

Ingin sekali rasanya aku menyapanya, mengungkapkan rasa kekagumanku padanya.
Tapi aku merasa sangat tidak pantas.
Aku mahluk kotor yang tak layak bersanding dengan manusia seindah dia.

Hingga suatu hari kukumpulkan keberanianku
Perlahan aku keluar dari persembunyianku
Aku dekati dia

Ia berteriak
”Ada kecoak………………………”
Itu kata terakhir yang kudengar dalam hidupku


nb: cerita 100 kata,
ide cerita yang mirip pernah dibuat dalam beberapa cerpen pengarang lain

Yogyakarta, 250410
untuk yang suka membunuh kecoa

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Tik Tok Tik Tok Tik Tok


Pukul 00.00
Tik tok tik tok tik tok
Aku menutup telingaku dengan bantal
Aku sumbat lubang telingaku dengan kapas

Pukul 00.30
Tik tok tik tok tik tok
Suara itu masih terus berdetak mengganggu
Sudah setengah jam suara itu menerorku

Pukul 01.30
Tik tok tik tok tik tok
Sial... padahal aku harus bangun pagi-pagi
Kuambil baterai jam weker di samping tempat tidurku

Pukul 02.00
Tik tok tik tok tik tok
Suara itu malah terdengar semakin keras
Dengan kebingungan aku menyalakan lampu kamar

Tik tok tik tok tik tok
Sesosok kepala tanpa badan terlihat dan berkata
“keganggu ya dek dengan suara saya”


nb: cerita ini tepat 100 kata

Yogyakarta, 230410
dulu tanggal ini sangat berarti, tapi sekarang :)


*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]