Sajak Sapardi Djoko Damono

AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu,
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu..
(Well, di musim hujan begini, mungkin harusnya ganti hujan bulan Desember ya?)

PADA SUATU HARI NANTI
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri,
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara lirik-lirik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impiankupun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

PERTEMUAN
Perempuan mengirimkan air matanya
Ke tanah-tanah cahara, ke kutub-kutub bulan
Ke landasan cakrawala, kepalanya di atas bantal
Lembut bagai bianglala
Lelaki tak pernah menoleh
Dan di setiap jejaknya; melebat hutan-hutan,
hibuk pelabuhan-pelabuhan, di pelupuknya sepasang matahari
Keras dan fana
Dan serbuk-serbuk hujan
tiba dari arah mana saja (cadar bagi rahim yang terbuka,
udara yang jenuh)
Ketika mereka berjumpa, di ranjang ini.

MAUT
Maut dilahirkan waktu fajar
Ia hidup dari mata air;
Itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat
yang telah mengajarinya bertarung
melawan hidup; ia juga takkan mau
Menjawab teka-teki sejakala
Yang telah menahbiskannya
Menjadi Penjaga gerbang itu
Maut mencintai fajar
dan  mata air, dengan tulus

Sapardi Djoko Damono
READ MORE [...]

Not One Night

I used to dream of only you
now I don't do that.
I used to miss talkin' to you
oh, now I don't do that.

Since you've been gone I learned to stop
tryin' to hold on because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

I thought you could tell me anything
yeah, you used to do that.
You let me inside of everything
yeah, you used to do that.

Never to change at least I thought
it feels so strange because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

Loneliness may come knockin' at my door
where I'm comin' from that don't faze me anymore.
Time has shed a little light on where I'm supposed to be
there ain't no use in thinking you'll come running back to me.

Since you've been gone I learned to stop
tryin' to hold on because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

Mr. Big
READ MORE [...]

Konsistensi Iman

Paling susah menjaga iman tetap stabil,...maksudnya ya kadang keimanan seseorang kadang naik kadang turun.......penulis mengalami sendiri sewaktu bergabung dengan organisasi tanpa bentuk,tanpa ketua,tanpa AD/ART serta tanpa tujuan yang jelas sewaktu masih berada dibangku sma....organisasi itu beranggotakan lima orang termasuk penulis sendiri dan beberapa partisipan atau dayang-dayanglah yang kadang2 nyempil seperti upil kalo kita lagi kumpul bareng ,dan rasanya sampe sekarg juga seperti itu.....

Organisasi itu bernama F***A(biiip...biip), disini tentu saja kita tidak akan menyoroti atau membahas tentang organisasi yang berisi manusia2 ajaib tersebut...kembali lagi ke topik awal yaitu konsistensi iman... satu sifat dasar manusia adalah selalu berada di Grey area......pada waktu sma itu saya dan temen2 sma seringkali melakukan hal2 yang salah ,...yah salah dalm arti kata secara agama tentunya karena berkaitan dengan keimanan....nah yang lucunya kita sudah tau itu salah tetapi masih dilakukan juga,.....misalnya lagi pada suatu waktu kita melakukan sholat berjamaah bareng2,tetapi setelah itu melakukan sesuatu yang salah lagi,hehehhe.......selalu,..selalu seperti itu,...mungkin kodrat dasar manusia yang selalu lupa dan ingin terus diingatkan yang membuat itu terjadi....maybe setelah beberapa tahun kita sudah berubah sihh,...

Tapi ada lagi satu yang berkaitan dengan konsistensi iman tadi,..karena manusia selalu dalam grey area maka bnyak sekali contoh yang kita lihat sehari2,..bisa saja terjadi dalm kehidupan kita sendiri,...seringkali kita itu mencampuradukkan antara yang benar dan yang salah....kalo dalam bahsa islam mungkin mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil lah...padahal ini sudah disinggung dalam Al quran tapi ya tetep aj dilakuin ,wong enak kok dilarang begitu kata orang sekarang....ya penulis pun mengakui bahwa hal tersebut masih dilakukan juga oleh penulis sendiri sih,hehhe...seperti temen penulis yang tinggal di Yogya sana, katanya sih udah jd aktivis Organisasi Islam tetapi satu waktu pernah ketemu ternyata kelakuan masih ada juga yang miring2 seperti dulu,hehhhe....
 
Jadi ya itu tadi bisa saja satu waktu keimanan kita sedang diatas,tetapi dilain waktu bisa saja sedang menurun,... mungkin si temen tadi atau kitalah secara umum pada suatu waktu emang khusuk banget sholatnya,sewaktu sholat mungkin klo ada alat pengukur iman angkanya 100 %,kita bener2 bgt pasrah dan mengakui dosa2 kita kepada ALLAH tetapi setelah itu dalm kurun waktu beberapa jam ,kebetulan saja mungkin klo ada orang ngegosip kita nimbrung,ya klo diukur pake pengukur tadi mungkin iman kita sudah tinggal 50 % saja karena ngomongin aib orang,....atau bisa saja melihat contoh pejabat sekarang pada waktu masuk kantor pagi hari korupsi uang negara 50 juta tapi setelah tiba waktu sholat Zuhur berdoa dengan khusuk sekali memohon ampun dengan sekhusuk-khusuknya,..hehehe...mungkin klo contoh ini terlalu ekstrim tetapi apabila kita berkaca pasti ada hal seperti ini yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari walo tidak semencolok ini...Penulis ga tau apakah ini bisa disebut dengan sebuah kemunafikan atau apa,......

Yang pasti setiap orang kecuali mungkin Para Nabi dan Rasul pasti ada hitam dan putihnya ya dengan kata lain selalu abu2.....tidak ada orang jahat yang bener2 jahat tanpa ada kebaikan dalam dirinya atau orang baek yang bener2 putih tanpa noda dihatinya....

Wallahuallam bissawab....
 
my brother yg skrg jd reserse di kepri.
READ MORE [...]

Ia Selalu Takut Pada Purnama

Ia selalu takut pada purnama.
Anda pasti heran mendengarnya ?

“Aneh…. purnama itukan indah” kataku karena aku kagum dengan purnama.
Ibarat sebuah lampu senter besar yang tergantung dilangit, terang tapi tidak membakar.

Aku selalu menyukai purnama.
Anda pasti setuju dengan pendapat itu ?

“ Nyeremin………… seolah ada mata besar yang mengawasi kita” katanya lagi.
Saat itu aku tertawa, karena menurutku lucu.
Bukankah sebaliknya purnama itu menentramkan.
karena ia bak hadir menemani kita menikmati gelapnya dan dinginnya malam.

Saat hati kami masih saling bertaut.
Aku selalu ingin menikmati purnama bersamanya.
Karena aku sangat menyukai purnama.
Namun Ia selalu takut pada purnama.


Yogyakarta, 300410
Semoga ada yang bisa membuatnya menyukai purnama.

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Menggenggam Pasir

Mencintai itu laksana menggenggam pasir.
Jika terlalu keras ia akan lolos dari sela-sela jemarimu.
Pun bila terlalu lemah pasir itu akan jatuh juga.

Sore ini ia menuju ke parangtritis untuk mencoba mempraktekkan kata-kata itu.
Ia genggam pasir itu sendirian ditemani gemuruh gelombang.
Ia berupaya agar butiran pasir itu nyaman digenggamannya.
“Kalau aku berhasil, dia akan jadi miliku selamanya” hatinya seolah bicara pada senja

Dua puluh enam bulan kemudian ia tersenyum sendiri.
Hanya selama dua puluh dua purnama ia mampu menggenggam pasir itu.

Seiring berlalunya waktu perlahan tapi pasti pasir itu hilang.
Dan entah sampai kapan dia berani menggenggam pasir kembali.


Yogyakarta, 27 April 2010
Kata-kata bijak dari saudara sejati Eko R.H Kumboro

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Sebuah "Percakapan"

“Aku makin cantik ya” gumamnya di depan cermin
“Itu karena aku cantik” jawabku dalam hati tepat dihadapannya

“Apa karena aku dah gak pake’ jilbab lagi ya” Ia lanjutkan gumamnya
“Kita lebih cantik saat kita masih pake’ jilbab” ujarku, masih di dalam hati

***
Sebenarnya aku masih ingin memakai jilbab.
Namun karena ia sudah gak pernah memakainya lagi, mau gak mau aku harus mengikutinya.

***
Pake’ hot pants baru ah….. ” ia berkata pada dirinya sendiri
Udah, pake yang biasa aja, yang longgar” aku coba berteriak, tapi gak bisa

***
Ingin rasanya aku keluar dari cermin ini dan memakaikan jilbab kesukaan kami dulu padanya.

Yogyakarta, 270410
Mencoba membersihkan sisa2 pasir

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Sajak Perempuan Langit

langit muram, senja bungkam.
kita meneduh di bawah bayang malam,
mencari dekap yang melarutkan kedirianku.
kedirianmu menjadi sebuah kenyataan yang kita pegang tanpa perjanjian:
jangan biarkan hujan berceceran di pelataran,
tadahlah berkah langit dengan segenap kesadaran
(Anne Tiana Dewi)

Langitpun menyapaku dalam kesendirian yg melelahkan,
buatku hidup kembali setelah mati kepercayaan,
membuat dunia seakan bercabang,
mengulurkn tangannya dengan pencil warna,
buatku terkesan,
setelah begitu lamanya diamku.
Dari yg tidak saling kenal dan tidak saling bertemu,
tapi mengajakku melihat dunia indah yg tak penah kusentuh.
(Eva Adiesty Utami)


Bagiku, kau laut.
Belantara maha luas;
perkasa dengan gelombangnya,
menghempas dengan arusnya,
mendesah dengan deburannya,
menentramkan di dasar palungnya.

kau laut,
meneduhkan di lekuk tepianmu yang indah...
(Anne Tiana Dewi)
READ MORE [...]

Kasih Tak Sampai

Untuk seorang perempuan dia memang sangat mempesona.

Tiap keluar rumah ia selalu mengenakan penutup kepala.
Perempuan lain menyebutnya jilbab.

Aku selalu melihatnya dari kejauhan ketika ia berdandan.
Saat ia memadupadankan warna jilbab dengan pakaian – bahkan tas dan sepatu– yang dikenakannya.

Tutur katanya halus…. suaranya merdu….
Aku sering mendengarnya membaca Al-Qur’an.

Ingin sekali rasanya aku menyapanya, mengungkapkan rasa kekagumanku padanya.
Tapi aku merasa sangat tidak pantas.
Aku mahluk kotor yang tak layak bersanding dengan manusia seindah dia.

Hingga suatu hari kukumpulkan keberanianku
Perlahan aku keluar dari persembunyianku
Aku dekati dia

Ia berteriak
”Ada kecoak………………………”
Itu kata terakhir yang kudengar dalam hidupku


nb: cerita 100 kata,
ide cerita yang mirip pernah dibuat dalam beberapa cerpen pengarang lain

Yogyakarta, 250410
untuk yang suka membunuh kecoa

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Tik Tok Tik Tok Tik Tok


Pukul 00.00
Tik tok tik tok tik tok
Aku menutup telingaku dengan bantal
Aku sumbat lubang telingaku dengan kapas

Pukul 00.30
Tik tok tik tok tik tok
Suara itu masih terus berdetak mengganggu
Sudah setengah jam suara itu menerorku

Pukul 01.30
Tik tok tik tok tik tok
Sial... padahal aku harus bangun pagi-pagi
Kuambil baterai jam weker di samping tempat tidurku

Pukul 02.00
Tik tok tik tok tik tok
Suara itu malah terdengar semakin keras
Dengan kebingungan aku menyalakan lampu kamar

Tik tok tik tok tik tok
Sesosok kepala tanpa badan terlihat dan berkata
“keganggu ya dek dengan suara saya”


nb: cerita ini tepat 100 kata

Yogyakarta, 230410
dulu tanggal ini sangat berarti, tapi sekarang :)


*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]

Kokohnya Kepribadian

Rasulullah bersabda yang artinya : Pena pencatat pahala dan dosa diangkat (tidak ditulis) dari 3 kelompok manusia: orang yang sedang tidur, orang yang pingsan sampai dia bangun, dan anak kecil hingga ia menjadi besar (Shahihul Jami').

Ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer kini menegaskan bahwa sel-sel manusia yang di kulit, otot-otot, tulang, dan mata, semuanya mengalami perbaruan pada setiap 7 (tujuh) tahun sekali, kecuali sel pusat syaraf, sebab sel pusat syaraf selesai mengalami perkembangannya pada usia 7 tahun dimana 9/10 otaknya berkembang pada masa 1 - 7 tahun. Dan andai sel-sel otak dan syaraf otak berubah-ubah (berkembang ataupun mengalami perbaruan) maka akanberubah pula kerpibadiannya. Dan jika demikian halnya, maka seseorang akan mengalami banyak mengalami kejanggalan perilaku karena perubahan-perubahan itu setiap harinya.
 
Ini merupakan kehebatan dan rahmat Allah terhadap makhluknya semenjak dahulu kala. Maka Allah tidak membebani taklif (perintah dan larangan agama) kepada orang yang belum mukallaf, yaitu orang yang belum sempurna perkembangan dirinya...

Maka, apabila seorang anak sudah menjadi besar akan kokohlah kepribadiannya dengan kokohnya sel-sel pusat syaraf, dimana sel-sel ini tidak mengalami penambahan dan pengurangan sedikitpun walaupun ia mengalami benturan atau sakit. Andai sel-sel pusat syaraf mengalami pengurangan atau penambahan setelah sempurnanya perkembangan, tentu anggota tubuh manusia tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya.
Subhanallah (Maha Suci Allah) Yang demikian menjulang tinggi bukti kekuasaan-Nya.
 
Allah berfirman:
كل شيء هالك إلاّ وجهه، له الحكم وإليه ترجعون

Segala sesuatu pasti akan mengalami kehancuran, kecuali wajah Allah, Dia-lah pemilik hukum dan kepada-Nya kalian kelak akan dikembalikan.

Tidakkah, dengan berita ini manusia harus memberikan sujudnya dan syukurnya hanya kepada Allah ta'alaa?

Sumber: wa fii anfusikum afalaa tubshirun" Anas ibn Abdul Hamid Al-Qouz
Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq
READ MORE [...]