Islam Sebagai Basis Epistemologi Peradaban Dunia

A. Pendahuluan
Sebuah peradaban dibangun atas sebuah pandangan hidup. Pandangan hidup itulah yang kemudian melandasi segala aspek kehidupan dalam suatu wilayah yang cakupannya sangat luas. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya hegemoni Barat di segala aspek kehidupan. Sistem ekonomi, pendidikan, budaya, sosial, politik, semua diarahkan ke satu titik yaitu materialistik. Hingga muncullah yang namanya system ekonomi kapitalisme, gaya hidup hedonisme, system politik liberal, pendidikan terpusat, dan lain sebagainya. Fenomena ini mengakibatkan kehancuran dalam kehidupan manusia di dunia.
Semua orang berlomba- lomba untuk memperkaya diri dengan materi, mencari perndidikan hanya sebagai bekal mencari pekerjaan yang nantinya juga akan mengarah ke materi, mengikuti gaya hidup yang sedang berkembang supaya mereka bisa di terima di strata social yang cukup tinggi. Dan  sayangnya kehancuran itu tidak bisa disadari sebab muasal dan akibatnya dan manusia terlalu acuh untuk mencoba menyadari apa yang sebenarnya terjadi dan solusi apa yang bisa ditawarkan untuk membenahi segala kekacauan itu.

Fenomena dimana Barat bisa mencengkeram segala aspek kehidupan di dunia hingga mereka menjadi kiblat segalanya bisa dikatakan inilah Peradaban Barat.

B. Peradaban Barat vs Peradaban Islam
Seperti yang sudah dipaparkan di atas, Peradaban Barat adalah sebuah peradaban yang bercirikan materialistik, mengagung- agungkan humanism tanpa ada wujud  nyata atas pemanusiaan manusia. Sedangkan Peradaban Islam adalah sebuah peradaban yang menerapkan nilai- nilai Islam dalam pelbagai aspek kehidupan.
Peradaban bukan struktur fisik, meski dari peradaban itu bisa dihasilkan struktur fisik yang mencirikan peradaban itu sendiri. Misalnya peradaban Yunani menghasilkan banguanan kuil- kuil para dewa Yunani, peradaban Islam di jaman kuno menghasilkan menara- menara masjid yang megah, dan masih banyak peninggalan peradaban yang lain.
Namun, yang perlu digarisbawahi adalah,peradaban dibangun oleh pandangan hidup suatu masyarakat, yang tercermin dalam cara pandang mereka terhadap segala sesuatu (Islamia, No. 6/2005:5) Bagaimana cara pandang masyarakat sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Sehingga kunci pendirian sebuah peradaban terletak pada pembangunan manusia yang berilmu pengetahuan. 
Ilmu pengetahuan itu yang akan membawa manusia untuk mengenal agama, nilai- nilai social dan kultur budaya. Yang menjadi masalah adalah sebelum manusia menguasai ilmu pengetahuan untuk bisa mengenal dan membangun kehidupannya, mereka menemukan keberadaan mereka di sebuah peradaban. Ilmu pengetahuan yang semestinya menjadi dasar pendirian sebuah peradaban telah tercampuri oleh peradaban yang sedang ada.

Peradaban Barat tidak memilki kekokohan dalam dasar- dasar ilmu pengetahuan. Beberapa kali disiplin ilmu yang mereka ciptakan mengalami penolakan- penolakan dan revisi. Hal ini menandakan bahwa peradaban Barat seharusnya tidak menjadi pegangan kehidupan karena dasar mereka sendiri tidak kuat.

Sedangkan peradaban Islam memiliki dasar kuat karena ilmu pengetahuan yang seharusnya menjadi dasarnya adalah ilmu yang berlandaskan pada Wahyu. Wahyu itu bersifat tetap, tidak mengalami revisi. Yang ada hanyalah penambahan pada wilayah aplikasi.


C. Epistemologi Peradaban Dunia
Ilmu pengetahuan yang nantinya menjadi kunci pembangun peradaban bisa menjadi berbeda bagi satu kumpulan masyarakat dengan kumpulan masyarakat yang lain. Hal ini bisa terjadi karena adanya epistemologi dan worldview terhadapnya. Epistemologi bisa diartikan sebagai faham ilmu atau cara pemahaman terhadap ilmu. Epistemology berkaitan erat dengan worldview (pandangan hidup, prinsip hidup). Bagaimana masyarakat akan memandang sebuah ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh bagaimana mereka memandang kehidupan.

Epitemologi Barat memformulasikan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu hal yang terpisah dari agama. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai suatu hal yang bebas nilai, tidak ada keterkaitan antara ilmu pengetahuan dengan penciptaan- penciptaan yang ada di bumi. Bahkan beberapa ilmuwan Barat menempatkan ilmu pengetahuan di atas segalanya. Mereka menciptakan ilmu pengetahuan melalui mitos- mitos, yang dalam hal ini berarti pengedepanan rasio, yang diimbangi dengan pembenaran secara empiris. 

Hal- hal yang berupa metafisik atau pemaknaan di balik hal- hal yang tak Nampak diannggap sebagai sesuatu yang tidak ilmiah dan tertolak. Itulah mengapa mereka tidak mau mencampurkan agama dalam ilmu pengetahuan, karena agama, khususnya Islam, sarat akan hal- hal metafisik yang sebenarnya bisa dijelaskan lewat akal. Selain rasio, para ilmuwan Barat sekuler juga menedepankan alat indera sebagai sumber ilmu. 

Sehingga selain tidak dapat diterima oleh akal, hal- hal metafisik juga tidak bisa dibenarkan melalui panca indera. Lebih ekstrim lagi para ilmuwan Barat sekuler dengan tegas menyatakan bahwa agama hanya akan menjadi penghambat bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Sehingga mereka semakin menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang murni dan bebas nilai.

Epistemologi Islam sangat bertolak belakang dengannya. Dalam epistemology Islam, ilmu pengetahuan justru menjadi hal yang sarat nilai. Karena ilmu pengetahuan berasal dari wahyu Tuhan. Para ilmuwan Barat menganggap bahwa wahyu Tuhan adalah hal yang sangat subjektif, hanya berlaku siapa yang percaya adanya wahyu Tuhan. Dan dianggap tidak objektif karena tidak ada perhatian pada objek ilmu. 

Padahal, epistemology Islam justru memliki keunikan tersendiri, yaitu tidak terpengaruh pada tradisi filsafat, budaya, agama yang lain, yang semua itu sangat memungkinkan adanya nilai- nilai subjektivitas. Epistemologi Islam akan melihat ilmu pengetahuan yang bebas dari magik, mitologi, animism, tradisi budaya yang tidak bertentangan dengan Islam dan pembebasan akal dari keterkungkungan rasio dan panca indera. 

Epistemologi Islam mengarahkan adanya Islamisasi Ilmu Pengetahuan.


D. Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Islamisasi Ilmu pengetahuan memiliki arti proses pensibghohan ilmu pengetahuan ke dalam nilai- nilai Islam. Adnin Armas, MA menulis dalam Islamia menyebutkan bahwa Islamisasi ilmu pengetahuan bisa dilakukan melalui 2 langkah, yaitu:
  1. Mengisolir unsure- unsure dan konsep kunci yang membentuk budaya dan peradaban Barat. Dengan pegisoliran tersebut diharapkan adanya pemurnian terlebih dahulu pada tubuh ilmu pengetahuan, mengembalikan kembali hakekat ilmu pengetahuan yang netral, murni tapi sarat nilai.
  2. Memasukkan unsur- unsr Islam beserta konsep- konsep kunci dalam setiap bidang ilmu pengetahuan saat ini yang relevan.
Ini adalah salah satu usaha untuk pengembalian kembali nilai- nilai Islam sebagai pengatur segala kehidupan lewat Al Qur’an sebagai ayat Qauniyyah, pembuktian lewat akal sebagai ayat Qauliyyah, dan hadist. Memasukkan nilai- nilai Islam bukan berarti penghancuran ilmu pengetahuan yang sudah ada untuk kemudian diganti dengan ilmu pengetahuan yang lebih sesuai dengan Islam, melainkan Islam menjadi tolak ukur aturan apakah ilmu pengetahuan itu memang sejalan dengan nilai- nilai Islam, apakah dalam aplikasinya menyimpang dari aturan Islam, apakah ilmu itu menimbulkan kemadharatan, dsb.

Menilik sejarah, Islam pernah menjadi kiblat bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan. Bahkan saat itu ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Pada saat penyerangan kaum Mongol ke Baghdad menyebabkab musnahnya perpustakaan dan pembakaran buku- buku ilmu pengetahuan karya para ilmuwan Muslim terdahulu. Maka, istilah Islamisasi ilmu pengetahuan memiliki makna misi untuk mengembalikan buku- buku ilmu pengetahuan dengan konsep- konsep Islam kontemporer seseuai dengan kebutuhan ilmu di zaman modern.

Misi tersebut tidak akan terlaksana jika kaum Muslim sendiri masih terjebak dalam ketertindasan hegemoni Barat. Pengakuan akan keIslaman belum menjadi hal yang membanggakan. Begitu hebatnya cengkeraman Barat dalam memainkan anggapan yang akhirnya memarjinalkan Islam menjadi tidak layak tampil sebagai panutan dasar segala aspek di kehidupan.

Dari permasalahan tersebut, penulis berpendapat, bahwa untuk menjadikan Islam sebagai basis epistemology peradaban dunia dapat ditempuh dengan langkah:
  1. Pembenaran aqidah sebagai langkah pemurnian kembali ajaran Islam dan penumbuhan keyakinan bahwa Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin
  2. Penumbuhan semangat untuk pengkajian fiqh karena fiqh memegang peranan yang cukup penting sebagai dasar hokum. Untuk penumbuhan semangat bisa dilakukan dengan membudayakan forum- forum diskusi ilmu pengetahuan kontemporer dipadukan dengan pengkajian Al Qur’an dan Hadits sebagai alat ukur pengkajian.
  3. Penguasaan bahasa Arab karena bagaimanapun bahasa memegang peranan yang cukup penting dalam ilmu pengetahuan. Bahasa akan mempengaruhi pendefinisian disiplin ilmu. Dan bahasa akan memberikan penjelasan tentang pemaknaan di balik ilmu.
  4. Perbaikan sistem LITBANG baik di wilayah ekonomi, pendidikan, budaya, politik, dan sosial. Perbaikan sistem bisa dilakukan dengan cara penempatan orang- orang Muslim yang cukup berkafaah di sana.
  5. Setelah perbaikan sistem, seperti yang tadi sudah disebutkan, yaitu 2 proses Islamisasi: pengisolasi unsur- unsur kunci dari ilmu pengetahuan sekuler Barat dan pemasukkan unsur- unsur Islam disana.
  6. Penyebarluasan ilmu- ilmu pengetahuan yang memuat nilai- nilai Islam atau ilmu- ilmu pengetahuan Barat yang sudah direvisi sesuai dengan nilai- nilai Islam hingga akhirnya ilmu- ilmu itu menjadi pegangan bagi semua bangsa. Saat itulah cara pandang masyarakat dunia akan berkiblat pada Islam dan terbangunlah sebuah peradaban Islam.

READ MORE [...]

Human vs Environment

Kehidupan makluk hidup sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, akan tetapi sebaliknya kegiatan-kegiatan hidup makluk mempengaruhi dan mengubah lingkungannya. Manusia sebagai makluk hidup dipengaruhi oleh lingkungannya dan kegiatan hidupnya mempengaruhi lingkungannya. Dengan makin meningkatnya jumlah manusia dan makin majunya teknologi, makin besar pula pengaruh manusia terhadap lingkungannya.

Bertambahnya penduduk di desa maka hak milik tanah juga akan semakin sedikit, sehingga tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan pemiliknya. Hal demikian akan berdampak arus urbanisasi meningkat pesat, sebagian warga desa akan mengalir ke kota-kota. Dengan fasilitas kota yang terbatas, menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan kota secara drastis. Banyak kota-kota yang melakukan penebangan pohon, pelebaran jalan, pembangunan gedung-gedung yang menyebabkan tingginya polusi udara di daerah kota.
Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai:
  • Daerah di mana sesuatu mahluk hidup berada.
  • Keadaan/kondisi yang melingkupi suatu mahluk hidup.
  • Keseluruhan keadaan yang meliputi suatu mahluk hidup atau sekumpulan mahluk hidup, terutama:
  • Kombinasi dari berbagai kondisi fisik di luar mahluk hidup yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan mahluk hidup untuk bertahan hidup.
  • Gabungan dari kondisi sosial dan budaya yang berpengaruh pada keadaan suatu individu mahluk hidup atau suatu perkumpulan/komunitas mahluk hidup.

Dalam UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Lingkungan alam bukan saja tempat manusia untuk berpijak dalam menentukan kehidupan, tapi lebih dari itu merupakan titipan dari Allah untuk diolah dan dilestarikan sejak diturunkannya nabi Adam ke muka bumi ini.

Lingkungan mempunyai pengertian yang sangat luas baik dari segi demografis ataupun ruang-lingkup kehidupan sehari-harinya (baca: aktivitas kehidupan). Manusia tidak lepas dari lingkungan alam sekitar yang telah memberikan arti penting untuk memahami dan menyadari betapa lingkungan alam saling mempengaruhi kehidupannya. Oleh karena itu, perlu penyeimbangan dalam membina dan mengolah diri dengan lingkungan alam terutama yang kita tempati.

Pentingnya kesadaran kembali untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan alam merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Semesta Alam yang telah menganugerahkan nikmat yang tak terhitung.
READ MORE [...]

Environment Responsibility in Islam

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang – orang yang berbuat baik. (QS Al-A’raf: 56 )

Dalam al-Qur’an telah dijelas bahwa lingkungan hidup yang meliputi alam sekitar dengan segala isi yang terkandung di dalamnya merupakan anugerah Allah yang harus diolah/dimakmurkan, dipelihara, dan tidak boleh dirusak. Kelestarian lingkungan hidup merupakan persoalan yang sangat diperhatikan dalam Islam. Ia adalah bagian dari ibadah.

Dengan demikian keimanan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah vertikal semata melainkan juga ibadah horisontal (kesalehan sosial). Kesalehan ini penting diamalkan sebab ini merupakan prioritas agama Islam selain kita melakukan ibadah vertikal sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah.

Sebagai orang Muslim kita dituntut untuk beragama Islam secara kaffah (total). Dengan demikian kita juga harus melaksanakan perintah-perintah Allah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Dan salah satu perintah Allah AWT yang belum kita laksanakan dengan konkret adalah memelihara lingkungan hidup di sekitar kita secara sistematis, dan programatik.

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

Dan bila dikatakan kepada mereka, “janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”, mereka menjawab, “sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi tidak sadar. (Al-Baqarah : 11-12)
READ MORE [...]

Semua Karena Akhlaq

Sebelum Rosulullah  diangkat sebagai Nabi, Rosulullah adalah sosok dengan predikat Al ‘amin karena kejujuran dan dipercaya. Dibuktikan dengan peristiwa kaum Qurays ketika menentukan siapa yang  akan menaruh batu pertama saat pembangunan kabah, ketika itu usulan Rosulullah dapat diterima. Kalau bukan karena akhaq  tentu orang akan ragu.

Pernah ada seorang laki-laki bertanya tentang agama kepada Rosulullah. Beliau menjawab agama adalah akhlaq yang baik. Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, sehingga akan muncul secara spontan bilamana diperlukan, tanpa memerlukan pemikiran atau penimbangan terlebih dahulu, serta tidak memerlukan dorongan dari luar.

Standar ketaqwaan kepada Allah SWT dibuktikan dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang dalam Al’Quran dan hadist. Aklaq Robbani inilah yang mampu menghindari dari kekacauan nilai moralitas dalam hidup manusia. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-An’am ayat 153 :

“Inilah jalanKu yang lurus:hendaklah kamu mengikutinya;jangan kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, sehingga kamu bercerai berai dari jalanNya. Demikianlah diperintahkan kepadamu, agar kamu bertaqwa”

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Tirmizi, Rosulullah Saw bersabda orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik ahlaqnya. Dalam hadist lain, Rasulullah Saw bersabda :

 “Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah dia tidak beriman! Demi Allah dia tidak beriman! Seorang sahabat bertanya : siapa dia ya Rosulullah? Beliau menjawab:” Orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” ( HR. Bukhari )
READ MORE [...]

Pergerakan Islam Terbesar Abad Ke-14 H

Judul           : Pergerakan Islam Terbesar Abad Ke-14 H
Penulis        : DR. Muhammad Sayyid Al-Wakil
Penerbit      : Asy-Syaamil Press & Grafika
Tebal          : 336 halaman, 23,5cm

Salah satu ciri paling otentik adanya sebuah kebangkitan ialah munculnya berbagai ragam pergerakan. Maka dapat dikatakan munculnya berbagai pergerakan adalah konsekuensi logis dari sebuah kebangkitan, baik dalam konteks bangsa atau umat. Itulah awal kata pengantar yang dituliskan Abu Ridha,Lc pada buku ini. Dengan bahasa yang sederhana dan pembahasan yang menyeluruh, pastilah buku ini mudah dipahami, dan dapat dikatakan buku ini termasuk buku yang bisa memberikan sajian luar biasa bagi pembacanya.

Pada buku ini dibahas tentang analisis manhaj salah satu gerakan Islam yaitu gerakan Ikhwanul Muslimin. Sekilas tentang gerakan ini adalah gerakan yang memadukan kehidupan keagamaan dengan kehidupan politik, menggabungkan antara kondisi social dengan kondisi perekonomian serta memformulasikan semua secara modern. Pendiri gerakan ikhwanul muslimin ini adalah Imam Syahid Hasan Ahmad Abdur Rahman Al-Banna rahimahullah atau sering disebut dengan Imam Hasan Al-Banna. Seseorang yang mengkaji kehidupan Hasan Al-Banna pasti akan melihat bahwa ia telah ikut andil dan berpartisipasi dalam berbagai organisasi kebajikan dan perbaikan, padahal usianya waktu itu belum genap 13 tahun.

Di dalam buku ini juga memuat tentang pembunuhan yang dilakukan terhadap Imam Hasan Al-Banna, sampai rekayasa-rekayasa yang dilakukan oleh Jamal Abdun Nashir untuk melakukan penindasan terhadap Ikhwanul Muslimin.

Sesosok Sayyid Quthb pun tak lepas dari incaran pemerintahan. Sekilas tentang Sayyid Quthb, beliau adalah seorang yang cerdas dan jenius, terlihat dari tuliasan-tulisan beliau yang dimuat di surat kabar.beliau juga terlibat dalam polemik sastra yang terjadi di antara para pemikir besar dan tokoh-tokoh sastra. Hingga akhirnya, dengan dakwah yang berupa tulisan dan lisannya, beliau ditangkap dan dikebloskan ke dalam penjara perang serta mendapatkan siksaan yang luar biasa dahsyatnya. Dan ternyata tidak hanya berhenti sampai di situ saja, karena masih banyak teror yang dilontarkan kepada Ikhwanul Muslimin. Sehingga semakin memperlihatkan bahwa begitu besar perjuangan yang telah dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin dalam dakwah bagi dunia.
READ MORE [...]

Risalah Pergerakan Al Ikhwan Al Muslimin

Judul buku     : RISALAH PERGERAKAN AL IKHWAN AL MUSLIMIN 1
Judul asli        : Majmu’ah Rasail Al Imam Asy bSyahid Hasan Al Banna
Penerbit         : Daarud-Dakwah, Iskandaria, Mesir
Penerjemah    : Anis Matta, Lc; Rofi’ Munawar, Lc; Wahid Ahmadi
Penerbit         : Era Intermedia 
Hlmn buku     : 336  halaman

Dakwah menurut kami adalah suatu keterusterangan dimana tidak ada yang samar-samar, dan kami membawa sebuah misi dakwah yang bersih dan suci. Selalu menapaki jalan panjang kebenaran yang telah digariskan oleh Allah. Islam sejak kemunculannya yang pertama hingga kini berumur empat belas abad lebih, sepanjang rentang waktu tersebut Islam mengalami pasang surut peradaban. 

Pertanyaaan yang paling relevan adalah pada periode manakah umat Islam sekarang ini  berada? Umat sekarang ini berada pada seburuk – buruk periode yakni Mulkan Jabbariyan, suatu periode dimana secara de jure hukum Islam tidak lagi tegak di muka bumi, apalagi secara de facto. Inilah periode dimana Khilafah Islamiyah tidak lagi tegak dan inilah yang sedang dialami oleh umat saat ini. 

Umat Islam telah melalui sejarahnya yang panjang dengan kebangkitan dan kemunduran yang datang silih berganti. Hal yang serupapun juga dialami oleh peradaban – peradaban yang lain. Ini merupakan suatu sunatullah yang tak bisa ditawar - tawar lagi. Pada setiap kurun yang dialui oleh umat, kita selalu melihat didalamnya terdapat krisis dalam aspek – aspek tertentu dari kehidupannya. 

Setiap fenomena kebangkitan akan melahirkan tokoh – tokoh ulama, mujahid, atau ulama mujahid dengan karya - karya amal maupun karya tulis yang juga khas. Kehadiran Al Ikhwan Al Muslimin merupakan jawab terhadap krisis yang sedang melanda umat Islam pada saat ini. Hasan Al Banna sebagai peletak dasar gerakan benar – benar memahami karakter krisis tersebut. Krisis yang terjadi tidak hanya terpaku pada aspek – aspek tertentu akan tetapi menyentuh seluruh aspek kehidupan. Hampir dalam semua segi kaum muslimin mengalami kemunduran. 

Lihatlah betapa secara politik mereka terjajah dan tidak memiliki lembaga ” Daulah Islamiyah” yang mampu mengayomi warganya. Maka... apa yang dibutuhkan oleh umat pada masa sekarang? Tidak lain kecuali munculnya sebuah gerakan dakwah terpadu dan menyodorkan sebuah solusi sistemik bagi permasalahan umat yang sudah demikian parah dan berlarut – larut. Dan peran inilah yang coba dimainkan oleh jamaah Al Ikhwan Al Muslimin. Dengan segenap sumber daya dan perangkat yang dimiliki tampil dengan melontarkan isyu sentral : ” Kembali Pada Keutuhan Islam”. Yaitu kembali pada pemahaman terhadap Islam secara integral dan komprehensif, bukan Islam yang parsiual dan tambal sulam. 

Islam sebagai suatu sistem yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam segala aspeknya, dan bukan Islam yang dipahami hanya sebagai suatu batas simbol dan ritual peribadatan semata.
READ MORE [...]

Sajak Sapardi Djoko Damono

AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu,
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu..
(Well, di musim hujan begini, mungkin harusnya ganti hujan bulan Desember ya?)

PADA SUATU HARI NANTI
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri,
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara lirik-lirik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impiankupun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

PERTEMUAN
Perempuan mengirimkan air matanya
Ke tanah-tanah cahara, ke kutub-kutub bulan
Ke landasan cakrawala, kepalanya di atas bantal
Lembut bagai bianglala
Lelaki tak pernah menoleh
Dan di setiap jejaknya; melebat hutan-hutan,
hibuk pelabuhan-pelabuhan, di pelupuknya sepasang matahari
Keras dan fana
Dan serbuk-serbuk hujan
tiba dari arah mana saja (cadar bagi rahim yang terbuka,
udara yang jenuh)
Ketika mereka berjumpa, di ranjang ini.

MAUT
Maut dilahirkan waktu fajar
Ia hidup dari mata air;
Itu sebabnya ia tak pernah mengungkapkan seluk-beluk karat
yang telah mengajarinya bertarung
melawan hidup; ia juga takkan mau
Menjawab teka-teki sejakala
Yang telah menahbiskannya
Menjadi Penjaga gerbang itu
Maut mencintai fajar
dan  mata air, dengan tulus

Sapardi Djoko Damono
READ MORE [...]

Not One Night

I used to dream of only you
now I don't do that.
I used to miss talkin' to you
oh, now I don't do that.

Since you've been gone I learned to stop
tryin' to hold on because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

I thought you could tell me anything
yeah, you used to do that.
You let me inside of everything
yeah, you used to do that.

Never to change at least I thought
it feels so strange because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

Loneliness may come knockin' at my door
where I'm comin' from that don't faze me anymore.
Time has shed a little light on where I'm supposed to be
there ain't no use in thinking you'll come running back to me.

Since you've been gone I learned to stop
tryin' to hold on because

there's not one night, one single day
that I wouldn't give to you.
So with all my might in every way,
I'll try to forget you too.

Mr. Big
READ MORE [...]

Konsistensi Iman

Paling susah menjaga iman tetap stabil,...maksudnya ya kadang keimanan seseorang kadang naik kadang turun.......penulis mengalami sendiri sewaktu bergabung dengan organisasi tanpa bentuk,tanpa ketua,tanpa AD/ART serta tanpa tujuan yang jelas sewaktu masih berada dibangku sma....organisasi itu beranggotakan lima orang termasuk penulis sendiri dan beberapa partisipan atau dayang-dayanglah yang kadang2 nyempil seperti upil kalo kita lagi kumpul bareng ,dan rasanya sampe sekarg juga seperti itu.....

Organisasi itu bernama F***A(biiip...biip), disini tentu saja kita tidak akan menyoroti atau membahas tentang organisasi yang berisi manusia2 ajaib tersebut...kembali lagi ke topik awal yaitu konsistensi iman... satu sifat dasar manusia adalah selalu berada di Grey area......pada waktu sma itu saya dan temen2 sma seringkali melakukan hal2 yang salah ,...yah salah dalm arti kata secara agama tentunya karena berkaitan dengan keimanan....nah yang lucunya kita sudah tau itu salah tetapi masih dilakukan juga,.....misalnya lagi pada suatu waktu kita melakukan sholat berjamaah bareng2,tetapi setelah itu melakukan sesuatu yang salah lagi,hehehhe.......selalu,..selalu seperti itu,...mungkin kodrat dasar manusia yang selalu lupa dan ingin terus diingatkan yang membuat itu terjadi....maybe setelah beberapa tahun kita sudah berubah sihh,...

Tapi ada lagi satu yang berkaitan dengan konsistensi iman tadi,..karena manusia selalu dalam grey area maka bnyak sekali contoh yang kita lihat sehari2,..bisa saja terjadi dalm kehidupan kita sendiri,...seringkali kita itu mencampuradukkan antara yang benar dan yang salah....kalo dalam bahsa islam mungkin mencampuradukkan antara yang hak dan yang batil lah...padahal ini sudah disinggung dalam Al quran tapi ya tetep aj dilakuin ,wong enak kok dilarang begitu kata orang sekarang....ya penulis pun mengakui bahwa hal tersebut masih dilakukan juga oleh penulis sendiri sih,hehhe...seperti temen penulis yang tinggal di Yogya sana, katanya sih udah jd aktivis Organisasi Islam tetapi satu waktu pernah ketemu ternyata kelakuan masih ada juga yang miring2 seperti dulu,hehhhe....
 
Jadi ya itu tadi bisa saja satu waktu keimanan kita sedang diatas,tetapi dilain waktu bisa saja sedang menurun,... mungkin si temen tadi atau kitalah secara umum pada suatu waktu emang khusuk banget sholatnya,sewaktu sholat mungkin klo ada alat pengukur iman angkanya 100 %,kita bener2 bgt pasrah dan mengakui dosa2 kita kepada ALLAH tetapi setelah itu dalm kurun waktu beberapa jam ,kebetulan saja mungkin klo ada orang ngegosip kita nimbrung,ya klo diukur pake pengukur tadi mungkin iman kita sudah tinggal 50 % saja karena ngomongin aib orang,....atau bisa saja melihat contoh pejabat sekarang pada waktu masuk kantor pagi hari korupsi uang negara 50 juta tapi setelah tiba waktu sholat Zuhur berdoa dengan khusuk sekali memohon ampun dengan sekhusuk-khusuknya,..hehehe...mungkin klo contoh ini terlalu ekstrim tetapi apabila kita berkaca pasti ada hal seperti ini yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari walo tidak semencolok ini...Penulis ga tau apakah ini bisa disebut dengan sebuah kemunafikan atau apa,......

Yang pasti setiap orang kecuali mungkin Para Nabi dan Rasul pasti ada hitam dan putihnya ya dengan kata lain selalu abu2.....tidak ada orang jahat yang bener2 jahat tanpa ada kebaikan dalam dirinya atau orang baek yang bener2 putih tanpa noda dihatinya....

Wallahuallam bissawab....
 
my brother yg skrg jd reserse di kepri.
READ MORE [...]

Ia Selalu Takut Pada Purnama

Ia selalu takut pada purnama.
Anda pasti heran mendengarnya ?

“Aneh…. purnama itukan indah” kataku karena aku kagum dengan purnama.
Ibarat sebuah lampu senter besar yang tergantung dilangit, terang tapi tidak membakar.

Aku selalu menyukai purnama.
Anda pasti setuju dengan pendapat itu ?

“ Nyeremin………… seolah ada mata besar yang mengawasi kita” katanya lagi.
Saat itu aku tertawa, karena menurutku lucu.
Bukankah sebaliknya purnama itu menentramkan.
karena ia bak hadir menemani kita menikmati gelapnya dan dinginnya malam.

Saat hati kami masih saling bertaut.
Aku selalu ingin menikmati purnama bersamanya.
Karena aku sangat menyukai purnama.
Namun Ia selalu takut pada purnama.


Yogyakarta, 300410
Semoga ada yang bisa membuatnya menyukai purnama.

*Arief Mai Rakhman
READ MORE [...]